Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukan Sekadar Otot, The Rock Tampil Total Jadi Pria yang Rapuh di Trailer The Smashing Machine

M. Ainul Budi • Minggu, 18 Mei 2025 | 17:30 WIB
Bukan Sekadar Otot, The Rock Tampil Total Jadi Pria yang Rapuh di Trailer The Smashing Machine
Bukan Sekadar Otot, The Rock Tampil Total Jadi Pria yang Rapuh di Trailer The Smashing Machine

radar jember - Dwayne Johnson, yang selama ini dikenal lewat peran berotot dan penuh aksi, melakukan transformasi total untuk menghidupkan kisah nyata juara UFC dua kali, Mark Kerr, dalam film The Smashing Machine karya A24 yang disutradarai oleh Benny Safdie.

Trailer perdana memperlihatkan Johnson menggunakan prostetik dan wig untuk benar-benar “menghilang” di balik sosok Kerr yang rapuh—bergerak dari arena UFC yang keras ke dalam pergulatan batin tentang kecanduan obat nyeri dan keretakan hubungan dengan kekasihnya, Dawn Staples.

Bersama Emily Blunt, Ryan Bader, Bas Rutten, dan Oleksandr Usyk, film ini mengeksplorasi kemanusiaan, perjuangan, dan rasa sakit di balik dunia MMA era awal UFC, dan dijadwalkan tayang pada 3 Oktober 2025.

Dwayne Johnson selama ini dijuluki “The Rock” karena kekuatan fisiknya yang luar biasa dan perannya di film-film aksi serta dunia WWE. Namun dalam The Smashing Machine, ia memutuskan menanggalkan persona ikonik tersebut untuk menampilkan sisi manusiawi yang rapuh. Johnson mengenakan prostetik wajah dan wig supaya penonton hampir tidak mengenalinya—upaya ini dianggap sebagai “lompatan karier” menuju peran yang lebih menantang secara emosional.

Menurut Johnson, proyek ini adalah wujud ambisinya saat ini: “Saya ingin membuat film yang bermakna, yang mengeksplorasi kemanusiaan, perjuangan, dan rasa sakit”. Kolaborasinya dengan Benny Safdie, yang dikenal lewat Uncut Gems dan Good Time, ditujukan untuk memadu intensitas cerita dengan performa yang autentik dan terkadang tidak nyaman.

Trailer dimulai dengan adegan Johnson sebagai Kerr menghantam lawan di oktagon—aksi yang brutal dan intens. Tak hanya itu, di sela-sela pertarungan, trailer menyorot Kerr bergurau tentang obat penghilang rasa sakit: “They’re giving them away like candy,” ungkapnya, menekankan kecanduan yang membayangi kariernya.

Potongan adegan juga menampilkan ketegangan antara Kerr dan sahabat sekaligus rivalnya, Mark Coleman, serta momen-momen emosional bersama Dawn Staples (Emily Blunt) yang mencoba menopang mental Kerr di luar oktagon. Dialog sederhana namun penuh beban ini memperlihatkan dualitas juara yang kuat secara fisik namun rapuh secara emosional.

Mark Kerr dikenal sebagai dua kali juara UFC Heavyweight Tournament pada akhir 1990-an dan awal 2000-an. Ia menjadi ikon era no-holds-barred UFC, dengan gaya bertarung yang agresif dan tanpa kompromi. Kariernya meredup karena kecanduan obat penghilang rasa sakit, yang kemudian memicu krisis pribadi dan keluarga.

Film ini diilhami dari dokumenter HBO 2002 berjudul sama, The Smashing Machine, yang mengungkap beban psikologis dan fisik para petarung MMA. Dokumen tersebut pernah dianggap sebagai salah satu dokumentasi paling jujur tentang dunia MMA awal.

Pemeran dan Kru

Daftar Utama

Tim Produksi

Film disutradarai, ditulis, dan diedit oleh Benny Safdie, dengan A24 sebagai rumah produksi utama. Johnson juga terlibat sebagai produser melalui Seven Bucks Productions sejak akuisisi hak cerita pada 2019.

Pengembangan Produksi

Perjalanan Panjang

Proses panjang ini menunjukkan tekad tim untuk menghormati kisah Kerr dengan cara paling otentik.

Beberapa pengamat industri menilai performa Johnson sebagai kandidat Oscars pertama dalam kariernya, mengingat tren akademi terhadap biopik atlet dan transformasi akting yang ekstrem.

Trailer menuai pujian karena efek makeup dan prostetiknya yang mengelabui penonton, sehingga banyak yang tidak menyadari itu adalah The Rock hingga akhir klip. Forum dan media sosial ramai membahas pergeseran citra Johnson dari ikon aksi menjadi pemeran yang rapuh dan waras.

Film The Smashing Machine dijadwalkan tayang 3 Oktober 2025 di bioskop seluruh dunia. Dengan durasi sekitar dua jam, film ini diharapkan menjadi titik balik karier Johnson menuju peran dramatis bermuatan emosi, sambil memperkenalkan kembali kisah Mark Kerr kepada generasi baru penonton.

Dwayne Johnson melalui The Smashing Machine membuktikan kemampuannya tidak hanya diukur dari otot dan aksi spektakuler, tetapi juga kedalaman emosi saat menghidupkan karakter nyata yang rapuh. Dukungan Benny Safdie, chemistry dengan Emily Blunt, serta keterlibatan legenda MMA menjanjikan narasi otentik tentang perjuangan insan di balik kekuatan.

Trailer perdana menghadirkan janji film berdampak yang akan mengguncang persepsi kita tentang MMA dan sisi kemanusiaan para juara. Dengan rilis yang semakin dekat, publik kini menanti penyingkapan lengkap kisah Mark Kerr lewat layar lebar.

Penulis: Firza Zikri Ramadhan

Editor : M. Ainul Budi
#dwayne johnson #ufc #the rock