radar jember - Di balik kesuksesan Luna Maya sebagai artis ternama Indonesia, terdapat kisah inspiratif dari kedua orang tuanya yang menyatukan dua budaya berbeda.
Ayah Luna Maya, Uut Bambang Sugeng, lahir pada tahun 1951 di Yogyakarta dan memiliki darah Jawa dari Cirebon dan Bojonegoro.
Ia dikenal sebagai seniman dengan kecintaan pada musik, membatik, dan melukis. Penampilannya yang khas dengan rambut gondrong, kumis, dan jenggot mencerminkan jiwa seninya yang nyentrik.
Sementara itu, wajah bule Luna Maya berasal dari sang Ibu, Desa Maya Waltraud Maiyer, yang berasal dari Austria yang pernah bekerja sebagai guru taman kanak-kanak.
Ketertarikannya pada budaya Bali dimulai saat ia melihat kebaya khas Bali di Swiss, yang membuatnya memutuskan untuk mengunjungi Bali.
Pada kunjungan keduanya, ia bertemu dengan Uut Bambang Sugeng, yang kemudian menjadi suaminya.
Pertemuan antara Uut dan Desa Maya merupakan pertemuan dua budaya yang berbeda. Desa Maya, yang sebelumnya pernah mengalami patah hati, menemukan cinta sejatinya dalam diri Uut.
Mereka menikah dan menetap di Bali, membesarkan tiga anak, termasuk Luna Maya.
Setelah kepergian suaminya pada tahun 1996, Desa Maya tetap tinggal di Bali dan menjalankan bisnis penginapan serta kuliner.
Di usia hampir 80 tahun, ia masih aktif dan dikenal sebagai sosok yang mandiri, tangguh, dan peduli lingkungan.
Kisah cinta dan kehidupan kedua orang tua Luna Maya menjadi inspirasi tentang bagaimana cinta dapat menyatukan perbedaan budaya dan menghasilkan keluarga yang harmonis.
Penulis: Zahra Fadia Siti Haliza
Editor : M. Ainul Budi