Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bayu Skak Kembali Membuat Ledakan Film Komedi Berbahasa Jawa, Genre Horror Akan Dikemas Sebagai Komedi

Radar Digital • Kamis, 4 Juli 2024 | 15:45 WIB
Sumber Foto: Instagram Resmi  Starvision
Sumber Foto: Instagram Resmi Starvision

Radar Jember - Film komedi horor kini kembali menghiasi layar bioskop setelah sekian lama tidak ada film dengan genre yang menggabungkan unsur komedi dan horor.

Kali ini, sutradara Bayu Skak, yang telah sukses dengan film-film komedi romantis seperti Yowis Band pada tahun 2018 dan sekuelnya, Yowis Band 2 dan Yowis Band 3, yang semuanya berhasil memikat perhatian penonton dengan sentuhan komedi Jawa yang kental, kini mengusung sebuah terobosan baru.

Bayu Skak, yang dikenal dengan gaya khasnya dalam menyajikan humor melalui dialog dan situasi berbahasa Jawa, kembali memukau penonton dengan film terbarunya yang berjudul Sekawan Limo.

Film ini diproduksi oleh Chand Parwez Servia dan Riza Servia, dan mengusung konsep komedi horor yang belum banyak ditemui di layar lebar Indonesia.

Dalam Sekawan Limo, Bayu Skak menggandeng sejumlah aktor berbakat yang berasal dari Jawa, seperti Keisya Levronka, Dono Pradana, Cak Kartolo, Tini Kartolo, dan masih banyak lagi, untuk menghidupkan cerita dengan nuansa komedi yang sangat khas.

Sinopsis "Sekawan Limo"

Kisah dalam Sekawan Limo berfokus pada lima pecinta alam—Bagas, Lenni, Dicky, Juna, dan Andrew—yang memutuskan untuk mendaki Gunung Madyopuro. Meski telah diberi tahu tentang mitos dan kepercayaan lokal mengenai larangan untuk memiliki jumlah anggota ganjil dalam pendakian, mereka tetap melanjutkan perjalanan mereka.

Selama perjalanan, mereka juga diingatkan oleh penjaga pos untuk tidak menoleh ke belakang saat menuju puncak, karena ada risiko bahwa salah satu dari mereka mungkin adalah jelmaan makhluk halus yang menyamar sebagai anggota kelompok.

Dengan dua pelanggaran yang telah mereka lakukan, ketegangan di antara anggota kelompok meningkat, dan mereka mulai saling mencurigai satu sama lain sebagai hantu.

Perjalanan mereka semakin menegangkan ketika mereka tersesat di malam 1 Suro, sebuah malam yang dikenal dengan kehadiran makhluk tak kasat mata.

Bagaimana mereka menghadapi situasi yang semakin mencekam ini? Apakah mereka akan berhasil menyelesaikan pendakian dan mengungkap misteri di balik peristiwa aneh yang mereka alami? Temukan jawabannya di bioskop pada tanggal 4 Juli mendatang.

Editor : Radar Digital
#Film #horror #bayu skak