Kehadiran Prilly Latuconsina, volunteer Generasi Peduli Bumi, menyita perhatian banyak orang saat acara JFC. Tak hanya itu, dia juga menyentil minimnya tempat sampah, sehingga banyak orang bingung ketika hendak membuang sampah. Alhasil, sampah berserakan, dan seusai penutupan JFC, dia ikut bersih-bersih.
AKTRIS dan selebriti tanah air, Prilly Latuconsina, tak hanya tampil di acara Jember Fashion Carnaval (JFC). Malam itu, Minggu (6/8), sesuai penutupan perhelatan kelas internasional tersebut, dia turut berpartisipasi dalam aksi peduli lingkungan.
Prilly turun langsung bersama tim volunteer Generasi Peduli Bumi. Saat itu, dia memegang kresek hitam ukuran jumbo. Prilly kemudian keliling alun-alun untuk membersihkan sampah yang berserakan, yang dibuang sembarangan oleh banyak warga penonton JFC.
Perempuan yang terkenal dengan komitmennya terhadap isu-isu lingkungan itu berinisiatif untuk bersih-bersih guna menggugah kesadaran masyarakat Jember. Paling tidak, tak membuang sampah sembarangan dan mau melakukan bersih-bersih di lingkungannya. Saat Prilly memunguti sampah plastik, daun, serta sejumlah sampah lain, ratusan warga banyak yang menonton. Ada pula yang bersih-bersih mengikuti Prilly dan tim volunteer Generasi Peduli Bumi.
Menurut dia, giat bersih-bersih sampah JFC tidak hanya memperlihatkan kerja sama yang baik antara masyarakat dengan selebriti. Tetapi, juga menyampaikan pesan penting tentang kebersihan dan perlunya menjaga lingkungan.
Tak hanya itu, pentingnya kebersihan juga harus didukung oleh pemerintah. Salah satunya menggalakkan kebersihan secara menyeluruh dengan menyediakan tempat sampah yang memadai. Selain itu, dia berharap agar pemerintah lebih banyak memberi dukungan kepada komunitas pegiat lingkungan.
Salah satu hal yang cukup penting untuk diberi fasilitas tempat sampah lebih banyak yaitu tempat yang biasa disinggahi warga, termasuk destinasi wisata. "Kadang turis mancanegara dan turis lokal juga bingung mau buang sampahnya di mana. Kalau bisa di tempat wisata juga sudah bisa memisahkan sampahnya, antara anorganik dan organik," ucap Prilly.
Seperti diketahui, sampai saat ini Kabupaten Jember belum mampu memisahkan sampah organik, anorganik, B3, maupun sampah dengan sebutan lain. Yang ada, sampah masih menjadi satu.
Prilly yang terus keliling malam itu tetap diikuti banyak orang. Dia baru berhenti begitu kresek jumbo yang dipegang penuh. Sejumlah volunteer Generasi Peduli Bumi juga banyak yang terlihat membawa kresek penuh sampah. Malam itu menjadi salah satu gerakan yang membuktikan alun-alun bisa bersih berkat kehadiran artis tersebut. Bahkan, petugas kebersihan yang sejatinya siap melakukan pembersihan lapangan, setidaknya terbantu dengan gerakan warga yang peduli lingkungan tersebut.
Kini, pelajaran penting di balik aksi bersih-bersih itu mengingatkan akan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. Harus ada gerakan dan program untuk menginspirasi agar bumi tetap terawat. Berikut penyediaan fasilitas tempat sampah agar orang tak bingung lagi mau buang sampah di mana. (c2/nur)
Editor : Radar Digital