PETUNG, Radar Ijen – Setelah menangkap BY, seorang warga Desa Petung, Kecamatan Pakem, yang tak lain spesialis pencuri sapi pada Sabtu (6/2) sekitar pukul 03:00 dini hari, kini polsek setempat mulai mendalami temuan tersebut. Sebab, sejak dua tahun terakhir, kecamatan tersebut sudah puluhan kali kebobolan maling sapi.
Kapolsek Pakem Iptu Harri Putra Makmur menjelaskan, saat ini pihak unit Reskrim Polsek pakem masih mendalami kasus pencurian hewan tersebut. Pihaknya secara intensif melakukan pemeriksaan terhadap tersangka BY. "Iya betul, kami menangkap satu orang terduga pelaku pencurian sapi. Kami masih melakukan pendalaman," ungkapnya.
Sementara itu, Kades Gadingsari, Kecamatan Pakem, Buhairi, menjelaskan, penangkapan maling sapi tersebut tidak lepas dari campur tangan warga setempat. Berawal dari Busiti, pemilik sapi limosin, ketika hendak memberi makan ternak di kandangnya, sekira pukul 02.30. "Pemiliknya kaget, saat mau memberi makan, pintu kandang sudah terbuka, dan sapi sudah tidak ada," ujarnya.
Selang beberapa lama, Busiti melaporkan kejadian tersebut kepada Buhairi, kades setempat. Mendapati laporan itu, dirinya bersama beberapa warga yang lain turut melakukan pencarian. "Kami mendapat info dari warga yang melihat orang mencurigakan tengah membawa sapi dengan jenis yang sama. Lalu, saya bersama pemilik sapi langsung membuat laporan ke Polsek Pakem. Polisi bergerak cepat, pelaku tertangkap, dan barang bukti berhasil diamankan," ujarnya.
Dia mengungkapkan bahwa pencurian sapi di Desa Gadingsari tidak hanya terjadi kali ini saja. Bahkan, dalam dua tahun terakhir sudah terjadi 10 kali. Namun, baru terungkap saat ini setelah adanya kapolsek baru. "Masyarakat sudah trauma dengan kejadian pencurian sapi yang sangat meresahkan itu," ujarnya.
Bahkan, saat pelaku BY diamankan di Polsek Pakem, puluhan warga memenuhi halaman kantor tersebut. Tak jarang warga yang merasa senang dengan penangkapan maling tersebut. Sebab, kasus serupa kerap kali terjadi dalam dua tahun terakhir.
Polisi juga mengamkan berbagai barang bukti. Di antaranya satu ekor sapi jenis limosin dan satu unit mobil bak terbuka jenis pikap. Kasus tersebut akan didalami guna meringkus komplotan pencuri sapi yang sudah meresahkan banyak warga tersebut. (faq/c2/fid)
Editor : Radar Digital