Radar Jember – Geger penemuan mayat pria dalam kondisi membusuk di sebuah rumah kosong di Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Selasa (9/6).
Tak disangka, laporan yang disampaikan pemilik rumah kepada polisi justru mengungkap keterlibatan anak kandungnya sendiri dalam kasus pembunuhan tersebut.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Ipda Andry Yunni Prasetiyo mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait penemuan sesosok mayat di rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni.
Baca Juga: Teman Sejak Kecil, Pria Asal Gumukmas Jember Diduga Tega Habisi Nyawa Rekannya Sendiri
Kurang dari delapan jam setelah laporan diterima, polisi berhasil mengamankan terduga pelaku.
“Awalnya Polsek Gumukmas menerima informasi dari masyarakat terkait penemuan mayat di rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni,” ujarnya.
Korban diketahui bernama M. Syaiful Afandi, 21, warga Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas.
Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai kurir ekspedisi tersebut ditemukan tak bernyawa di salah satu kamar rumah kosong dalam kondisi telah membusuk.
Penemuan jasad itu bermula ketika orang tua terduga pelaku mendatangi rumah miliknya untuk memeriksa bangunan sekaligus usaha tabung gas yang berada di samping rumah.
Saat berada di lokasi, dia mencium bau menyengat yang tidak biasa.
Merasa curiga, pria tersebut bersama sejumlah warga kemudian memeriksa bagian dalam rumah.
Mereka akhirnya menemukan sesosok pria di salah satu kamar dalam kondisi sudah membusuk. Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Petugas Polsek Gumukmas bersama Tim Inafis Polres Jember segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Sejumlah saksi dimintai keterangan guna mengungkap identitas korban sekaligus penyebab kematiannya.
Hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi membuat arah penyidikan mengerucut kepada Radja Abdillah, 22, warga Desa Bogorejo yang tak lain merupakan anak pemilik rumah.
Tim gabungan Satreskrim Polres Jember kemudian bergerak cepat melakukan pencarian.
Pelaku akhirnya berhasil diamankan di sekitar wilayah Kencong pada Rabu dini hari (10/6). Saat menjalani pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui telah menghabisi nyawa korban.
“Sementara jasad korban telah dievakuasi menuju rumah sakit untuk menjalani autopsi,” pungkasnya.
Sementara, Ummi Mualimah, bude pelaku mengaku, kaget atas kejadian tersebut. Sebab selama ini keduanya tak nampak ada masalah apa pun."Mereka biasa ngopi bersama, memang teman main bareng," ucapnya.
Dulu masih SD pernah ada pertengkaran, seperti perundungan. Bahkan dari kasus tersebut sampai dibawa ke Polsek.
"Dulu masih SD pernah dibuli anak keponakan saya (terduga pelaku, Red). Karena fisiknya yang lebih kecil, mental, dan kepercayaan dirinya juga kurang," ungkapnya. (jum/dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh