Rupiah Kian Melemah, Dolar AS Sentuh Hingga Rp 18.174 Sore Ini

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:46 WIB
Caption Foto :  Ilustrasi - Dolar AS dihitung oleh seorang bankir di bank di Westminster, Colorado, Amerika Serikat.
Caption Foto :  Ilustrasi - Dolar AS dihitung oleh seorang bankir di bank di Westminster, Colorado, Amerika Serikat.

Radar Jember – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (28/10/2026). 

Rupiah terkoreksi 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp18.174 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp18.156 per dolar AS.

Pelemahan tersebut terjadi ketika pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global dan menantikan keputusan kebijakan moneter bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Dikutip dari sejumlah media, pergerakan rupiah pada perdagangan pagi ini menunjukkan tekanan terhadap mata uang Garuda yang masih tetap berlanjut hingga saat ini. 

Sebelumnya, pada Selasa (27/10/2026), rupiah ditutup melemah ke level Rp18.156 per dolar AS.

Keputusan The Fed Jadi Perhatian Pasar

Salah satu faktor yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 27–28 Oktober 2026 waktu setempat.

Keputusan The Fed mengenai suku bunga dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan arus modal global. 

Apabila kebijakan moneter AS cenderung ketat, aset berbasis dolar berpotensi tetap menarik bagi investor sehingga memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Selain kebijakan suku bunga, ketidakpastian global dan pergerakan arus modal asing juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mencermati perkembangan ekonomi internasional untuk memperkirakan arah pergerakan mata uang dalam beberapa waktu ke depan.

Rupiah Masih Dibayangi Ketidakpastian Global

Pelemahan rupiah tidak terlepas dari pengaruh berbagai faktor eksternal maupun domestik. 

Perubahan sentimen investor, perkembangan geopolitik, serta dinamika pasar keuangan global dapat memengaruhi permintaan terhadap dolar AS.

Di dalam negeri, stabilitas nilai tukar juga menjadi perhatian karena pergerakan kurs dapat memengaruhi biaya impor dan transaksi perdagangan internasional.

Apabila rupiah melemah, barang impor yang dibayar menggunakan dolar AS berpotensi menjadi lebih mahal dalam rupiah. 

Dampaknya dapat dirasakan oleh pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku atau barang dari luar negeri, bergantung pada struktur biaya dan kebijakan harga masing-masing perusahaan.

Meski demikian, pergerakan kurs pada pembukaan perdagangan belum menggambarkan posisi akhir rupiah pada hari yang sama. 

Nilai tukar masih dapat berubah mengikuti perkembangan sentimen pasar dan transaksi sepanjang perdagangan.

Pelaku pasar pun akan mencermati hasil pertemuan The Fed serta perkembangan ekonomi global untuk melihat arah pergerakan rupiah selanjutnya.

Penulis: Maghda Fairuzzahra

Editor : M. Ainul Budi
kurs rupiah kurs dolar ekonomi hari ini dolar rupiah melemah