Radar Jember – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan respons langsung saat dicecar pertanyaan mengenai peluang adanya penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax pada pekan depan.
Menanggapi hal tersebut, dirinya meminta masyarakat melihat dinamika serta perkembangan pergerakan harga minyak mentah dunia secara menyeluruh sebelum mengambil kesimpulan.
Bahlil mengungkapkan bahwa pihak pemerintah sejatinya telah mengambil kebijakan untuk tidak menaikkan harga jual Pertamax selama beberapa bulan terakhir.
Meskipun pada periode tersebut kondisi harga minyak mentah di pasar internasional sempat mengalami lonjakan yang cukup signifikan.
"Kita lihat aja (nanti)," kata Bahlil secara singkat saat memberikan keterangan di Gedung DPR RI pada Senin (29/6) kemarin terkait potensi penurunan harga Pertamax dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, mantan Kepala BKPM ini juga mengimbau kepada rekan-rekan media agar bersikap adil dan berimbang dalam melihat serta memberitakan kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi di tanah air.
Menurutnya, setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah untuk menaikkan atau mempertahankan harga komoditas energi tersebut selalu didasarkan pada proses kalkulasi dan pertimbangan yang sangat panjang.
"Teman-teman media, teman-teman juga harus fair dong. Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan nggak kita naikkan, masa baru naik dua minggu hampir tiga minggu ya? Teman-teman sudah tanya itu (penurunan harga)," pungkas Bahlil kepada awak media.
Baca Juga: Skandal Proyek Kereta Api Menggurita, KPK Ungkap Dugaan Rekayasa Tender Nasional
Kondisi harga minyak di pasar global saat ini terpantau berada dalam fase yang cukup stabil jika dibandingkan dengan lonjakan ekstrem saat awal mula konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah pecah.
Pada momen krisis tersebut, harga minyak mentah dunia bahkan sempat meroket tajam hingga menembus angka di atas 100 dolar AS per barel.
Berdasarkan pergerakan data pasar pada pagi ini, harga minyak mentah komoditas jenis Brent tercatat bertengger di level 72,57 dolar AS per barel.
Sementara itu, untuk komoditas minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak stabil dan mengunci posisi di angka 70,11 dolar AS per barel.
Editor : Imron Hidayatullahh