Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Investor Asing Masih Tahan Dana, IHSG Tertekan Akibat Kombinasi Sentimen Global, Kondisi Pasar Indonesia Mengkhawatirkan?

Faqih Humaini • Kamis, 25 Juni 2026 | 12:34 WIB
Ilustrasi pasar saham Indonesia yang mengalami penurunan (FAQIH/AI/RADAR JEMBER)
Ilustrasi pasar saham Indonesia yang mengalami penurunan (FAQIH/AI/RADAR JEMBER)

 

JAKARTA, Radar Jember  – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi tekanan kuat. Pada Rabu (24/6/2026), indeks tercatat merosot lebih dari 3 persen akibat dominasi sentimen global.

Ekspektasi kebijakan suku bunga global yang tetap hawkish menjadi pemicu utama. Investor global kini lebih berhati-hati dalam menempatkan dana pada aset berisiko.

Baca Juga: Sentimen Hawkish Global Hantam IHSG, Sektor Energi hingga Infrastruktur Terkapar

Pengamat pasar modal Reydi Octa menjelaskan, pelaku pasar saat ini masih fokus pada arah kebijakan moneter bank sentral dunia. Potensi suku bunga tinggi dalam waktu lama menjadi kekhawatiran utama.

Baca Juga: Belum Ada Kasus Hantavirus di Bondowoso, Dinkes Terus Gencarkan Edukasi ke Masyarakat

Kondisi tersebut diperparah oleh penguatan dolar Amerika Serikat yang membuat daya tarik investasi di negara berkembang menurun. Arus modal keluar pun sulit dihindari.

Selain itu, dinamika geopolitik global turut memperbesar ketidakpastian. Investor memilih strategi defensif untuk menjaga portofolio mereka dari risiko.

Baca Juga: IHSG Ambruk Lebih 3 Persen, Tekanan Global Bikin Investor Pilih Wait and See, Begini Kata Pengamat Pasar

Dari sisi domestik, belum adanya katalis kuat membuat investor asing masih menahan diri. Mereka menunggu perbaikan likuiditas pasar serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Jembatan Sentong Belum Selesai, DPRD Bondowoso Sebut Jalan Alternatif Masih Bobrok

Data BEI menunjukkan IHSG turun ke level 5.917,57 dengan nilai transaksi mencapai Rp10,63 triliun. Tekanan jual mendominasi hampir seluruh saham yang diperdagangkan.

Meski begitu, peluang rebound masih terbuka. Jika tekanan eksternal mereda dan kondisi domestik membaik, IHSG berpotensi kembali menguat dalam jangka menengah.

Editor : Faqih Humaini
#pasar saham #ihsg #ihsg anjlok #pasar global