Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

IHSG Ambruk Lebih 3 Persen, Tekanan Global Bikin Investor Pilih Wait and See, Begini Kata Pengamat Pasar

Faqih Humaini • Kamis, 25 Juni 2026 | 12:23 WIB
Ilsutrasi IHSG yang mengalami penurunan (FAQIH/AI/RADAR JEMBER)
Ilsutrasi IHSG yang mengalami penurunan (FAQIH/AI/RADAR JEMBER)

 

JAKARTA, Radar Jember  – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu (24/6/2026) dengan penurunan lebih dari 3 persen.

 Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi kebijakan suku bunga global yang masih cenderung hawkish.

Baca Juga: DPRD Bondowoso Sebut Warning Jadi Alarm Serius Soal Angka Kemiskinan Naik

Kondisi tersebut mendorong investor global mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk pasar saham di negara berkembang seperti Indonesia.

Sentimen eksternal kembali menjadi faktor dominan dalam pergerakan pasar domestik.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai, tekanan IHSG saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor global dibandingkan kondisi dalam negeri.

Investor masih mencermati arah kebijakan bank sentral dunia yang berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Baca Juga: Status UNESCO Jadi Senjata Lobi, Bondowoso Kejar Dana Infrastruktur Rp300 Miliar

Menurutnya, ekspektasi tersebut memicu perubahan perilaku investor menjadi lebih defensif. Aset berisiko mulai ditinggalkan, sementara instrumen yang lebih aman menjadi tujuan utama aliran dana.

Selain itu, penguatan dolar Amerika Serikat turut memperbesar tekanan terhadap pasar saham emerging market. Kondisi geopolitik global yang belum stabil juga memperkuat sikap risk-off di kalangan investor.

Dari sisi domestik, investor asing masih menahan diri untuk masuk lebih agresif. Mereka menunggu kepastian arah kebijakan, stabilitas nilai tukar rupiah, serta perbaikan likuiditas pasar.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG turun 183,76 poin atau 3,01 persen ke level 5.917,57. Aktivitas perdagangan tetap tinggi dengan lebih dari 1,5 juta transaksi dan nilai mencapai Rp10,63 triliun.

Seluruh sektor tercatat melemah, dengan sektor barang baku, energi, dan infrastruktur menjadi penekan utama. Meski demikian, peluang rebound masih terbuka jika tekanan global mulai mereda dan kondisi domestik membaik.

Editor : Faqih Humaini
#pasar saham #ihsg #ihsg anjlok