SUMBERSARI, Radar Jember – Keberadaan restoran dan rumah makan di Jember cukup banyak. Meski ada beberapa yang terus ramai, namun tidak seluruhnya bisa bangkit. Keterpurukan itu dimulai sejak setelah pandemi yang menimpa Jember, beberapa tahun lalu.
Bahkan, saat Ramadan tahun lalu, restoran di Jember tidak seramai tahun sebelum pandemi. Banyak pengunjung yang langsung datang on the spot. Sehingga, kursi-kursi makan banyak yang masih kosong.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Jember Tegoeh Soeprajitno mengatakan, tahun 2023 lalu tidak hanya hotel yang belum maksimal, restoran pun belum bisa bangkit seperti sebelum pandemi. Berdasarkan pantauannya, banyak restoran di Jember yang mengalami kebangkrutan. "Seperti restoran di jalan dekat RS Bina Sehat," ucapnya, beberapa waktu lalu.
Tak hanya restoran yang baru seumur jagung, tapi restoran yang telah berjalan sekitar 10 tahun. Restoran tersebut tutup karena berbagai faktor, salah satunya persaingan.
Meskipun di satu sisi ada beberapa kafe dan restoran yang baru buka di Jember. Tetapi, hal itu perlu ditelusuri kewajiban distribusinya seperti apa. Apakah sudah sesuai atau tidak. Sehingga nantinya persaingan yang ada antara restoran baru dengan yang lama bisa sejalan karena telah membayar kewajiban yang sama kepada pemerintah daerah.
Tegoeh berharap, tahun 2024 ini, hotel dan restoran di Jember bisa sejalan beriringan bangkit bersama. Tidak lagi meratapi keterpurukan setelah pandemi. Berbagai event nasional dan internasional juga harus terus digalakkan. Serta ada kerja sama antara penyelenggara event dengan hotel maupun restoran yang ada di Jember. Dengan demikian, target dari kunjungan hotel dan restoran dapat tercapai.
Sebelumnya, berdasarkan data tahun 2023, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel rata-rata per bulannya menurun. Ini perbandingan antara tahun 2023 dengan tahun 2022 dan 2021. Meski di Jember sudah diadakan berbagai event lokal, nasional, maupun internasional, hal itu tidak bisa meningkatkan TPK hotel di Kota Suwar-Suwir. Untuk itu, perlu terobosan agar ke depan bisa semakin tumbuh. (cad/c2/nur)
Editor : Radar Digital