BACA JUGA : Lewat BRIGesit, BRI Pastikan Layanan Tetap Optimal Selama Libur Lebaran
Rasa pedas pada sambal adalah alasan utamanya. Karena kepraktisannya, orang sering mengolah cabai menjadi berbagai varian sambal untuk persediaan makan. Baik di rumah maupun untuk dibawa pergi.
Kini banyak bertebaran penjual sambal dalam botol atau kaleng yang bisa dinikmati langsung oleh konsumennya tanpa perlu mengolahnya lagi. Akan tetapi, bagi sebagian lainnya, bisa membuat sambal sendiri adalah kebanggaan tersendiri. Selain bisa membuat sambal yang enak, mengolahnya bisa awet berhari-hari bahkan hitungan minggu adalah skill yang perlu dipelajari di dapur.
Fitriatul Hasanah, penjual berbagai varian sambal Nazeefood, membagikan cara membuat sambal yang awet dan tahan lama. Kebanyakan orang saat memasak kerap menambahkan air pada masakan. Ini larangan keras saat membuat sambal, agar tidak cepat basi. “Jangan pakai air, pakai minyak saja,” katanya.
Air, kata dia, menjadi penyebab utama olahan sambal cepat basi. Bahkan hanya bertahan dalam waktu satu hari. Berdasarkan pengalamannya, jika ditambah air, saat sudah masak, sambal jadi lebih cepat kecut dan akhirnya tak layak konsumsi lagi.
Menurutnya, minyak adalah pengawet alami yang wajib digunakan saat memasak. Sehingga, tak perlu memasak dengan durasi lama untuk menghasilkan sambal yang tahan lama. “Minyaknya dibanyakin aja, itu sebagai pengawet alami,” jelas Fitri.
Jika ingin membuat sambal sebagai persediaan, penyimpanan juga perlu diperhatikan. Sambal di-packing dalam wadah tertutup dan kedap udara. Penyimpanan diusahakan di dalam botol kaca dan dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Saat ingin memakannya, sebisa mungkin menghindari sambal tersentuh tangan. “Kalau bisa ambilnya pakai sendok, jangan sentuh dengan tangan,” terangnya. (sil/c2/nur) Editor : Safitri