BACA JUGA : Pawai Ogoh-Ogoh, Peringatan Budaya Menjelang Hari Raya Nyepi
Ketua Komunitas Reptile Warrior Jember Fengky Septiyan Adi Putra memiliki teknik perawatan tersendiri dalam memelihara ular-ularnya. Khususnya jenis reticulatus python atau sanca kembang yang banyak dimilikinya bersama teman-teman komunitasnya di Desa Ledokombo. Hal utama yang perlu dijaga adalah mengondisikan kandang agar nyaman ditempati.
Kebersihan kandang harus dijaga apabila ingin reptil tersebut tetap sehat. Kemudian, memastikan ventilasi di sekitar kandang cukup sebagai pasokan oksigen. Kandang tidak perlu besar dan lebar, karena ular termasuk hewan yang tidak terlalu aktif bergerak. Sehingga tidak membutuhkan banyak ruang.
Kebutuhan air bersih di dalam kandang juga harus dicukupi. “Wajib diberi air untuk kebutuhan minum dan berendam,” terang Fengky. Selama air tidak kotor, tidak harus diganti. Seperti terkena kencing dan feses ular. Asalkan selalu memastikan kebersihannya.
Ketika dirasa tubuh ular kotor, bisa dimandikan. Dia mengatakan, saat memandikan tidak boleh menggunakan sabun. Sebab, berpotensi besar air sabun masuk ke dalam mulut hewan melata tersebut. Hal itu bisa menjadi penyebab penyakit atau keracunan. “Ular punya sensor panas, hindari pakai sabun, yang penting memakai air dingin,” terangnya.
Fengky mengungkapkan, ular adalah hewan yang jarang sakit. Jika sakit pun, tambahnya, hanya seperti pilek. Namun, efeknya bisa membuatnya menolak makan hingga dua bulan. “Kalau sudah begitu lama-lama bisa mati,” tuturnya. (sil/c2/nur) Editor : Safitri