BACA JUGA : Diputus Bebas Tapi Belum Bisa Masuk Kantor Lagi
Dinas Perhubungan Jember pun berupaya meningkatkan okupansi tersebut dengan menyasar warga di luar Jember. Hal itu disampaikan Kepala Bandara Notohadinegoro Edy Purnomo. Salah satu yang dilakukan adalah menyosialisasikannya ke pemerintah kabupaten tetangga. Terlebih, daerah yang banyak ditempati oleh warga Madura.
"Di sela-sela kunjungan kerja dan sebagainya, kami sosialisasikan juga ke Pemkab Bondowoso. Serta menitipkan stand banner untuk dipasang agar warganya bisa memanfaatkan penerbangan pesawat ini," ujar pria asal Ngawi itu.
Dikatakan, angkutan itu tergolong memiliki harga yang terjangkau. Cukup membayar tiket Rp 250 ribuan, penumpang sudah bisa terbang ke Pulau Garam, Sumenep. Waktu tempuh yang dibutuhkan kurang dari satu jam. Dibandingkan dengan menggunakan angkutan darat, harganya bisa dibilang setara, namun jalur darat lebih lama. “Seminggu setelahnya terdapat beberapa penumpang yang berasal dari Bondowoso juga," tuturnya.
Penguatan okupansi ke kabupaten tetangga akan terus dilakukan. Ke depan rute ini juga akan disampaikan ke Kabupaten Situbondo dan Lumajang. Dua kabupaten itu jaraknya tidak terlalu jauh dari Jember. namun, di sana juga masih ada warga Madura. "Satu-satunya penerbangan menuju Sumenep terdekat hanya di Jember ini. Jadi, peluang perkembangan pesawat ini masih bisa tinggi ke depannya," jelasnya. Dia berharap, pemanfaatan maksimal dilakukan warga Jember. Selain harga yang terjangkau, ini bagian dari kebangkitan transportasi udara di Jember. (ben/c2/nur) Editor : Safitri