Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kisah Udin Difabel karena Polio, Kembangkan Bisnis Selempang Untung Jutaan

Safitri • Rabu, 8 Februari 2023 | 18:43 WIB
DIJUAL: Udin merapikan selempang yang dijajakan di pinggir Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari.   
DIJUAL: Udin merapikan selempang yang dijajakan di pinggir Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari.  
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Dari pinggir jalan terpampang selempang wisuda. Jumlahnya tidak banyak. Hanya beberapa helai. Dijajakan untuk menarik perhatian para pengendara yang melintas. Selain itu, terdapat sebuah tulisan yang menarik, bahwa selempang tersebut merupakan hasil karya seorang disabilitas.

BACA JUGA : Anak Berhadapan Hukum Tetap Bisa Sekolah

Berhenti di tempat dijajakannya selempang itu, akan kesulitan menemukan pembuatnya. Sebab, bersebelahan dengan tempat pembuat selempang merupakan sebuah tempat makan. Atau malah sebaliknya, tempat pembuatan selempang yang menumpang di tempat makan itu.

Tetapi, jika lebih jeli melihat tempat itu, terdapat sebuah ruangan yang memisahkan bagian tempat makan dengan ruang pembuatan selempang. Dari luar ruangan yang sisi-sisinya berbahan tripleks itu terlihat memiliki ukuran yang tidak besar. Berukuran sekitar 2 meter persegi yang disekat sebagiannya menjadi tempat menjahit selempang.

Di dalam ruangan yang terpisah itu, terdapat seorang pria paruh baya sedang fokus menjahit selempang. Pria itu adalah Yahyah Udin, warga Mumbulsari, yang telah bertahun-tahun menggeluti bisnis pembuatan selempang. Dirinya bercerita, memiliki keterbatasan fisik pada kaki sebelah kiri membuatnya kesulitan mencari pekerjaan. "Dulu itu kan tidak seperti sekarang ini. Kalau sekarang agak mendingan orang-orang difabel mencari kerjaan. Kalau dulu kita harus punya keterampilan agar bisa mendapatkan uang," jelas pria 51 tahun itu.

Keterbatasan fisik tersebut dia alami ketika berumur sekitar 7 tahun, akibat penyakit polio yang dideritanya. Hal itu membuat kaki kirinya lemas dan kesulitan dalam berjalan. Kondisi itu juga yang sering kali membuatnya ditolak dalam berbagai pekerjaan yang dilirik olehnya.

Namun, Udin memiliki tekad kuat tidak pasrah terhadap uluran tangan orang lain. Keterbatasan dia jadikan motivasi untuk mengembangkan kesenangannya hingga berbuah keterampilan yang menghasilkan. Yakni dengan bergelut di bidang konveksi atau jahit-menjahit. "Kebetulan senang menjahit dan menjahit juga keterampilan yang tidak membuat kesulitan dengan keterbatasan yang saya miliki," imbuhnya.

Bahkan, dia mengaku sudah hampir 25 tahun berada di dunia konveksi. Sejak tahun 1998 silam. Namun, bisnis selempang yang dia geluti saat ini baru berdiri kurang dari 5 tahun yang lalu. Meski begitu, peminat selempang miliknya juga dari luar kota, bahkan luar pulau. Seperti Kalimantan dan Bali.

Dalam sehari-hari, lanjutnya, paling sedikit orderan selempang yang dikerjakan 7 helai. Kondisi ramai-ramainya terutama saat momen wisuda, dia pernah mendapat orderan 250 helai selempang. Semuaya itu dia kerjakan sendiri tanpa bantuan karyawan ataupun orang lain.

"Memang ini tidak menentu. Tapi, paling sedikit 7 helai sehari saya membuatnya. Kalau ramai itu ketika ada pesanan dari Bali sebanyak 250 selempang yang harus dikerjakan dalam 2 minggu. Berkat selempang ini juga ada pemasukan lebih. Kalau dirata-rata, alhamdulillah, bisa meraup untung hingga 3 juta sebulan," tuturnya.

Dia juga dibantu sang putri membuat akun toko daring dan media sosial yang semakin memperluas pemasaran selempang buatannya itu. Dengan mengakses akun @selempang_jembermurah miliknya, para peminat dapat memesan selempang yang diingkan. Selain itu, bisa mengunjungi tempat pembuatan yang berada di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Tepat bersebelahan dengan Kedai Padma, berdiri toko sederhana milik Udin itu. "Harganya murah saja, 30 ribu bisa mendapatkan selempang yang dapat dipesan sesuai keinginan," pungkasnya. (c2/nur)

  Editor : Safitri
#Jember #Disabilitas