Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kedai Sayur Mini Kampus Dipasok dari Pasar Tanjung, Gak Laku Gak Jadi Soal

Safitri • Rabu, 25 Januari 2023 | 19:24 WIB
LENGKAP: Pedagang pasar mini di Jalan Karimata saat melayani pembeli.
LENGKAP: Pedagang pasar mini di Jalan Karimata saat melayani pembeli.
SUMBERSARI, Radar Jember – Penjual sayur atau disebut pasar mini di daerah kampus mulai marak. Mulai dari Jalan Karimata, Jalan Sumatera, hingga Jalan Mastrip. Dari segi ekonomi, pedagang pasar mini sangat minim risiko. Sebab, bila tidak laku, tidak jadi soal, karena ada pemasok yang siap tanggung jawab.

BACA JUGA : Bupati Apresiasi Kontribusi NU Dalam Pembangunan Jember

Hendriyanto, selaku penanggung jawab salah satu pasar mini di daerah Jalan Karimata, mengatakan, barang yang dijualnya mulai dari sayur, bumbu, sembako, hingga lauk-pauk, ada yang memasok. “Ada yang masok ke kami. Jadi, tidak perlu repot kulakan. Jika tidak laku, juga tidak jadi masalah. Karena pemasok yang bertanggung jawab,” ucapnya.

Pria asal Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu menjelaskan, rata-rata pasar mini di daerah kampus dipasok dari pedagang di Pasar Tanjung. “Jadi, ya memang konsepnya seperti membuka cabang dari Pasar Tanjung ke daerah kampus,” jelasnya.

Menurutnya, walau telah banyak pasar mini di daerah kampus, tetap menguntungkan. “Tetap untung, sih, karena yang dijual di daerah kampus itu eceran. Dan, bila dihitung sebenarnya lebih mahal,” paparnya.

Dia menjelaskan, sayur di Pasar Tanjung dijual dengan harga grosir. Tapi, di daerah kampus dijual secara eceran dan lebih tinggi keuntungannya. Hendriyanto mencontohkan, jika harga sayur grosir Rp 500 per ikat, maka dijual eceran di pasar mini kampus harganya naik Rp 1.000 per ikat.

Alasan dirinya membuka lapak pasar mini di kampus karena ikut-ikutan. “Saya lihat kok ramai. Akhirnya, ya, ikut-ikut saja. Ternyata juga menguntungkan,” terangnya.

Sementara itu, Wiwi, mahasiswa Universitas Jember (Unej) asal Wuluhan, lebih memilih belanja di pasar mini untuk kebutuhan memasak. Apalagi, pasar mini sudah cukup lengkap. “Lebih sering ke sini (pasar mini kampus, Red) daripada ke Pasar Tanjung, karena memang dari segi bahan sudah cukup lengkap. Jadi, sama saja seperti di Pasar Tanjung,” ungkapnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, pasar mini cukup diminati warga sekitar kampus. Selalu ada pembeli. Juga menjawab kebutuhan mahasiswa untuk mendapatkan bahan baku memasak. (mg1/c2/dwi) Editor : Safitri
#Jember #Sayur