BACA JUGA : Puslapfor Polri Olah TKP Perkara Kebakaran Sirimau Ambon
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember Bambang Saputro mengatakan, harga telur ayam ras memang mengalami kenaikan sejak beberapa hari lalu. Khususnya pada bulan Desember ini, permintaan akan telur ayam ras cukup tinggi. “Banyak acara di masyarakat, khususnya menjelang perayaan Natal dan tahun baru,” ujarnya.
Sampai saat ini Disperindag masih mengupayakan agar harga bahan pokok tetap stabil dan tidak naik terlalu tinggi. Harga telur ayam ras memang mengalami fluktuasi dan terbilang tidak menentu.
Bambang menambahkan, harga telur ayam ras berpengaruh terhadap perekonomian di Jember. Sebab, telur ayam ras merupakan komoditas yang banyak dibeli oleh masyarakat. Harga pakan ternak yang tinggi juga menjadi salah satu faktor penyebab kenaikan telur ayam ras.
Salah satu upaya Disperindag Jember untuk menurunkan harga telur yaitu mengadakan operasi pasar murah di pasar-pasar tradisional Jember. Ia menjelaskan, dengan adanya pasar murah dalam beberapa hari, masyarakat tidak perlu khawatir akan harga telur ayam ras yang menjulang tinggi.
Bambang memaparkan, pihaknya belum bisa memprediksi kenaikan telur ayam ras sampai kapan, karena permintaannya sampai saat ini masih tinggi. “Dan untuk ketersediaan stok telur ayam masih bisa dioptimalkan dan masih aman di 28 pasar tradisional,” tuturnya. (nan/c2/dwi) Editor : Safitri