BACA JUGA : Skotlet Cegah Mika Speedometer Pada Motor Retak
Candra Birawa, selaku Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, menjelaskan, TPK Hotel setara bintang pada bulan September 2022 mencapai 46,08 persen. Jumlah itu meningkat dari capaian Agustus lalu yang hanya 41,71 persen.
Sementara, kata dia, untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel pada September mencapai 1,28 hari dan relatif meningkat dibanding bulan Agustus 1,25 hari. Untuk komposisi tamu, pada September masih didominasi tamu domestik hingga 99,12 persen. Sedangkan untuk tamu asing mencapai 0,88 persen. “Peningkatan ini menjadi suatu motivasi ke depan untuk para pihak hotel maupun pariwisata,” terangnya.‘
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Tegoeh Soeprajitno menjelaskan, beberapa anggota dari hotel merencanakan membuat event yang nantinya mengundang media-media nasional. Tujuannya yaitu untuk mempromosikan wisata, memperkenalkan Jember, sekaligus menaikkan TPK hotel berbintang. “Cara tersebut akan lebih mengenal wilayah Jember,” ujarnya.
Tidak lupa kalender event harus diadakan. Sebab, menurut Teguh, sampai saat ini belum ada pembicaraan mengenai kalender event yang akan direncanakan tahun depan. Jika dalam waktu dekat kalender event belum ada, maka pihak PHRI akan membuat kalender event yang diakomodasi sendiri.
Adanya kalender event tersebut bisa memantik minat masyarakat luar daerah untuk datang ke Jember. Dia menyarankan, untuk event-event besar di Jember bisa didahulukan terpampang di kalender event.
Saat ini TPK Hotel memang benar meningkat dari bulan sebelumnya. Namun, keuntungan yang diperoleh pihak hotel belum sepenuhnya maksimal. Harga kamarnya tetap, namun biaya operasionalnya yang masih tinggi. Sehingga belum ada keuntungan yang menonjol. “Meskipun TPK hotel naik, tapi belum menunjukkan maksimalnya di lama menginap tamu. Kami ingin para tamu bisa menginap lebih lama lagi. Sehingga potensi mengenal Jember semakin tinggi,” ujarnya. (mg1/c2/dwi) Editor : Safitri