30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Asri Sundari, Dosen yang Mendirikan Sanggar Mustika Budaya

Pelaku seni tradisional yang menjadi penabuh gamelan kebanyakan kaum adam. Tapi jangan heran, di Jember ada perempuan yang pandai nyinden juga bermain gamelan. Perempuan itu pun mengampanyekan kesenian agar generasi mendatang tidak lupa akan kekayaan negeri ini.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lantunan alat musik tradisional gamelan begitu menenangkan hati. Suaranya khas dan ada sejak zaman dahulu. Alat itu pun dimainkan Asri Sundari di Sanggar Mustika Budaya, Perumahan Muktisari, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.

BACA JUGA : Gubernur Lukas Enembe Siap Terima Tim Penyidik KPK

Gamelan yang merupakan warisan budaya dunia dari Indonesia itu menurutnya harus dilestarikan. Sebagai seorang dosen di Universitas Jember (Unej), perempuan yang juga budayawan itu mengaku mendirikan Sanggar Mustika Budaya untuk melestarikan kesenian tradisional tersebut. Dia pun kerap bermain dan mengajak anak-anak muda untuk bermain bersama.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di ruang sanggar milik Asri, terlihat berbagai alat musik gamelan. Mulai dari gamelan slendro, pelog, kenong, gong, hingga wayang kulit lengkap. Asri mengaku dirinya membeli peralatan yang terbuat dari perunggu itu secara bertahap, yang menghabiskan uang hingga miliaran rupiah.

Bukti kecintaannya terhadap karawitan hingga dirinya sering kali mendapat penghargaan dan bintang emas sebagai pemberdaya budaya tingkat internasional. Selain itu, dirinya mengharapkan seni budaya karawitan terus dilestarikan, terutama oleh generasi penerus bangsa.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lantunan alat musik tradisional gamelan begitu menenangkan hati. Suaranya khas dan ada sejak zaman dahulu. Alat itu pun dimainkan Asri Sundari di Sanggar Mustika Budaya, Perumahan Muktisari, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.

BACA JUGA : Gubernur Lukas Enembe Siap Terima Tim Penyidik KPK

Gamelan yang merupakan warisan budaya dunia dari Indonesia itu menurutnya harus dilestarikan. Sebagai seorang dosen di Universitas Jember (Unej), perempuan yang juga budayawan itu mengaku mendirikan Sanggar Mustika Budaya untuk melestarikan kesenian tradisional tersebut. Dia pun kerap bermain dan mengajak anak-anak muda untuk bermain bersama.

Di ruang sanggar milik Asri, terlihat berbagai alat musik gamelan. Mulai dari gamelan slendro, pelog, kenong, gong, hingga wayang kulit lengkap. Asri mengaku dirinya membeli peralatan yang terbuat dari perunggu itu secara bertahap, yang menghabiskan uang hingga miliaran rupiah.

Bukti kecintaannya terhadap karawitan hingga dirinya sering kali mendapat penghargaan dan bintang emas sebagai pemberdaya budaya tingkat internasional. Selain itu, dirinya mengharapkan seni budaya karawitan terus dilestarikan, terutama oleh generasi penerus bangsa.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lantunan alat musik tradisional gamelan begitu menenangkan hati. Suaranya khas dan ada sejak zaman dahulu. Alat itu pun dimainkan Asri Sundari di Sanggar Mustika Budaya, Perumahan Muktisari, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.

BACA JUGA : Gubernur Lukas Enembe Siap Terima Tim Penyidik KPK

Gamelan yang merupakan warisan budaya dunia dari Indonesia itu menurutnya harus dilestarikan. Sebagai seorang dosen di Universitas Jember (Unej), perempuan yang juga budayawan itu mengaku mendirikan Sanggar Mustika Budaya untuk melestarikan kesenian tradisional tersebut. Dia pun kerap bermain dan mengajak anak-anak muda untuk bermain bersama.

Di ruang sanggar milik Asri, terlihat berbagai alat musik gamelan. Mulai dari gamelan slendro, pelog, kenong, gong, hingga wayang kulit lengkap. Asri mengaku dirinya membeli peralatan yang terbuat dari perunggu itu secara bertahap, yang menghabiskan uang hingga miliaran rupiah.

Bukti kecintaannya terhadap karawitan hingga dirinya sering kali mendapat penghargaan dan bintang emas sebagai pemberdaya budaya tingkat internasional. Selain itu, dirinya mengharapkan seni budaya karawitan terus dilestarikan, terutama oleh generasi penerus bangsa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/