BACA JUGA : Dua Warga Jember Meninggal Jadi Korban Kerusuhan Kanjuruhan, Satu Kritis
Muhammad Nur, salah seorang pengunjung asal Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, mengatakan, ruang publik di area sisi timur alun-alun menjadi tersita. “Sampai nyaris habis untuk wahana permainan anak, seperti mandi bola, mobil anak, dan memancing,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kecamatan Ambulu sudah melokalisasi area permainan anak di sebelah Lapangan Glory Ambulu. Namun, kini pedagang jasa permainan anak-anak sudah mulai kembali ke Alun-Alun Ambulu.
Dia juga menilai, dibiarkannya wahana permainan anak untuk menempati lagi area sisi timur alun-alun menjadikan pengunjung tidak sepenuhnya bisa menikmati suasana wajah pusat Kecamatan Ambulu itu pada malam hari. “Harapannya ya ditertibkan, kalau sebelumnya bisa, ya mestinya pun sekarang bisa,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Ambulu Gatot Suharyono menjelaskan, pihaknya akan menertibkan dan memindahkan pedagang jasa permainan anak di kawasan Lapangan Glory Ambulu. Agar wajah Alun-Alun Ambulu menjadi ruang publik yang dimiliki secara bersama. “Yang pasti, kita akan keroyok alun-alun menjadi ruang publik bersama,” tuturnya.
Hal itu agar masyarakat bisa benar-benar merasakan fungsi alun-alun. “Biar juga ada semangat diskusi di situ, ada guyub dengan keluarga di sana,” imbuhnya.
Soal penertiban, Gatot menyatakan akan membuat rencana dengan satpol PP, agar semua pihak memiliki tanggung jawab dan komitmen membuat alun-alun menjadi teratur dan bersih. Bukan melarang, tetapi perlu ada ruang di kawasan Alun-Alun Ambulu. Agar kawasan Alun-Alun Ambulu tidak terlihat dikuasai oleh pedagang jasa permainan anak. (mg6/c2/bud)
Editor : Safitri