Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Harga Tomat Turun, Petani Terpaksa Jual ke Bondowoso

Safitri • Selasa, 6 September 2022 | 17:20 WIB
TOMAT MURAH: Tomat yang dijual di Pasar Tanjung menjadi salah satu komoditas pertanian yang harganya rusak, kemarin.
TOMAT MURAH: Tomat yang dijual di Pasar Tanjung menjadi salah satu komoditas pertanian yang harganya rusak, kemarin.
KEPATIHAN, Radar Jember – Pupuk subsidi langka. Tenaga kerja mahal. Saat tomat dipanen, harganya malah anjlok. Petani apes lagi. Realitas ini yang terjadi di Jember beberapa hari terakhir hingga kemarin. Akibat harga yang tak bersahabat, sebagian petani banting setir dan menjual hasil panen ke Republik Kopi, Bondowoso.

BACA JUGA : Tak Tega Lepas Anaknya, Orang Tua di Jember Ikut Belajar di Sekolah

Tomat di tingkat petani, kemarin, rata-rata dibeli pedagang atau tengkulak dengan harga Rp 500 per kilogram. Bahkan, di lapangan, ada yang menawarnya antara Rp 200 hingga Rp 300 saja. Lantaran harga tertinggi sebesar Rp 500, sebagian petani Jember memilih tidak menjualnya ke Jember.

Salah satu petani yang memilik tidak menjual tomat di Jember adalah Dhafir. Petani asal Kecamatan Sumberjambe itu mengaku sudah menawarkan hasil panen tomatnya ke sejumlah orang. Namun, rata-rata hanya menawar Rp 200 sampai Rp 300 per kilogram. Sementara, jika mengecer sendiri, hanya dihargai sebesar Rp 500. Dia pun memilih menjual tomatnya ke Bondowoso. "Di Bondowoso, tomat saya dihargai Rp 1.000 per kilogram,” katanya.

Melepas tomat dengan harga Rp 1.000, menurutnya, masih bisa dibilang rugi. Sebab, tidak sepadan dengan biaya produksi, tenaga, dan waktu.  “Ini paceklik bagi saya,” katanya. Panen tomat kemarin, menurutnya, secara kualitas bagus, namun rusak secara ekonomi.

Pernyataan yang disampaikan Dhafir selaras dengan pedagang di Pasar Tanjung, kemarin. Suhedi, salah satu pedagang, menyebut, harga tomat murah. "Kalau mengambil ke petani, bisa dengan harga Rp 500 rupiah per kilogram. Tapi, kalau di pengepul kisaran Rp 800 rupiah," jelasnya.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember Jumantoro mengatakan, kondisi petani tomat saat ini cukup memprihatinkan. Mereka berjibaku dengan cuaca buruk, biaya produksi tinggi, dan pupuk subsidi langka. "Seolah kita kesusahan di negeri yang katanya agraris. Dengan kondisi seperti ini pemerintah harus punya solusi,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember Bambang Saputro menyebut, harga tomat di Jember memang sedang turun. Penurunan harga terjadi sekitar sebulan terakhir. “Seperti contoh di Pasar Tanjung, harganya Rp 3 ribu per kilogram. Namun, di Pasar Mangli harga tomatnya 2 ribu rupiah per kilogram” ujarnya. Per tanggal 5 September kemarin, harga tomat tertinggi juga masih ada yang mencapai Rp 11 ribu, sedangkan harga di pasar yang terendah hanya Rp 2 ribu.

Sementara itu, penyebab harga tomat anjlok diprediksi karena panen raya dan ada pasokan dari luar Jember. Barang yang melimpah membuat harga tomat di Jember anjlok. Bahkan di sawah-sawah ada tomat yang sengaja tidak dipanen gara-gara harganya murah. (mun/mg1/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #Pasar