BACA JUGA : Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polres Pematang Siantar Razia Balap Liar
Nur Kholis, Pedagang bibit cabai dari Desa Krajan Timur I, Kecamatan Jelbuk, mengatakan, dalam sehari dirinya pernah menerima pesanan bibit cabai yang mendadak hingga puluhan ribu. “Pernah itu ada yang pesan ke saya sekali beli 10 ribu bibit cabai,” ungkapnya.
Padahal dalam kondisi normal, pesanan bibit cabai hanya sekitar dua ribu hingga empat ribu bibit. Kondisi sekarang membuat Kholis kewalahan memenuhi permintaan bibit cabai. “Tingginya permintaan bibit cabai karena kondisi harga cabai sedang melambung. Jadi, permintaan bibit saya juga ikutan meningkat. Sekarang banyak petani yang tergiur untuk menanam cabai. Selain itu, ada juga kalangan rumah tangga yang ingin menanam cabai untuk kebutuhan konsumsi keluarganya di rumah,” ujarnya.
Meski harga cabai saat ini naik, namun dirinya dan rekan-rekannya mengaku tidak ingin menaikkan harga bibit cabai. Harga bibit cabai rawit yang dijualnya dibanderol seperti sebelumnya, yaitu Rp 125 per polybag. “Atau per 1000 bibit polybag dihargai dengan Rp 125 ribu,” terang pria 40 tahun ini.
Dirinya mengaku tidak mengambil kesempatan pada kenaikan permintaan bibit. Namun, Kholis mengatakan, omzet bibit cabainya saat ini meningkat hingga 50 persen dibanding sebelumnya. (mg2/c2/dwi)
Editor : Safitri