BACA JUGA : Saiful Rijal Diarak Keliling, Berjanji Akan Membina Bibit Atlet Baru
Setelah keluar menjadi pegawai, Adam pun melangkah menjalankan usaha angkringan dan diberi nama Angkringan Manut. Ia memapaparkan , ingin membuka usaha angkringan tapi masih bekerja di perusahaan.Berhubung di masa pandemi perusahaan tidak memperpanjang kontrak, setelah bekerja selama dua tahun ia kemudian keluar, ssetelah baru fokus untulmelengkapi perlengkapan angkringan.
Belum berhenti di situ, tantangan berikut dia rasakan adalah saat ada kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) menjadi kendala cukup berarti bagi Adam.Orang terbiasa datang ke angkringan mulai pukul 20.00 malam, sedangkan PPKM mengharuskan seluruh kegiatan atau usaha wajib berhenti pukul 20.00 malam. Tentu hal ini pun menjadikan Adam kelabakan,untuk melawan PPKM tentu lah hal itu tidaklah mungkin.
“Nama Angkringan Manut berawal ketika saya hobi futsal dan ingin mengajak teman-teman nongkrong, ketika ditanya kebanyakan mereka menjawab “manut” (ngikut). Nah dari situ awal mula kata manut saya gunakan sebagai nama angkringan, ternyata nama tersebut ngrejekeni dan nama itu mudah diingat orang. Kini angkringan setiap malam ramai, apalagi mengeluarkan kebijakan pelonggaran masker.” Kata Adam.
Kini pria lulusan SMKN 1 Boyolangu, Tulungagung ini sudah memiliki beberapa karyawan di usaha angkringan miliknya dan akan membuka cabang baru lagi didaerah kota Tulungagung. Di masa pandemi pasang surut pembeli sering terjadi. Untuk menyiasati hal tersebut, Adam menerapkan sistem delivery order (DO) agar memudahkan para customer yang ingin membeli dan memberikan beberapa promo untuk lebih menarik minat pembeli.(*)
Editor:Winardyasto
Foto:Jawa Pos Radar Tulungagung
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Tulungagung Editor : Safitri