Pekerjaan menjahit seperti dilakukan Sugiarti memang bukan jenis pekerjaan baru. Namun, bagi dia, tergolong anyar karena baru terjun ke dunia bisnis jahit keset saat usianya menginjak 70 tahun. "Mau kerja di luar sudah tidak kuat, akhirnya saya putuskan untuk kerja menjahit. Jadi, kerjanya di rumah," ucapnya.
Bagi Sugiarti, usianya yang sudah 76 tahun bukanlah sebuah penghalang untuk berhenti bekerja. Walaupun untuk melihat saja, pancaindranya sudah tidak seperti saat muda dulu. "Sekarang untuk memasukkan benang, ya, pakai alat bantu," tuturnya.
Perempuan enam anak itu mengaku, keset hasil jahitannya selama ini hanya dijual dengan cara manual, yakni dari mulut ke mulut. Pembelinya juga hanya orang lokal di sekitar Kabupaten Jember. "Kadang dari tetangga. Katanya ada yang pesan," ujarnya.
Apabila ada pesanan, Sugiarti mengaku bisa menyelesaikan pekerjaan satu keset antara satu sampai dua jam. Terkecuali pesanan banyak, tentunya membutuhkan waktu lebih lama. "Belum pernah ada yang pesan banyak. Sebenarnya ingin menjual lebih banyak, tetapi jualnya hanya dari mulut ke mulut,” ungkapnya.
Selama lima tahun terakhir ini, pekerjaan menjahit keset lantai diakuinya cukup membantu keuangan keluarga. Apalagi, kalau pesanan datang terus-menerus, maka akan sangat membantu perekonomiannya.
Reporter : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona