Mahasiswi yang tengah menempuh pendidikan profesi di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember (Unej) ini awalnya aktivis organisasi intrakampus. Dulu saat masih duduk di semester lima, setelah demisioner, ia mengaku tidak punya kesibukan lain. "Ke mana-mana itu bingung, nganggur. Serasa gabut (malas melakukan sesuatu, Red)," katanya.
Ditambah lagi, saat masih semester lima itu, sekitar 2019 lalu, teman-teman seperjuangannya banyak yang melaksanakan ujian proposal. Nah, dari situ, ongkos hidup dan makan dia semakin terpangkas. "Namanya teman, kalau pas proposal atau sidang, itu pasti beliin kado. Pada 2019 itu kerap banget," kenang gadis berjilbab ini.
Dari situ, kemudian lengkap sudah penderitaan mahasiswa paruh waktu ini. Tak ada kesibukan, tak punya penghasilan, malah pengeluaran pol-polan. Akhirnya, di tengah kegabutan itu, Nunung, sapaan akrabnya, mulai banting setir. "Saya berpikir, kenapa tidak bikin sendiri saja kado-kado ini. Itung-itung biar pengeluaran lebih kecil," katanya.
Ia pun mulai mencoba usaha membikin flanel, bunga, buket, yang berisikan kado-kado itu. Awalnya untuk diberikan ke teman-teman sendiri. Ternyata, lambat laun teman-temannya malah banyak yang kepincut dan mengorder gift racikan tangannya itu. "Mulai 2019 itu juga saya mulai jualan. Ke teman-teman sampai jual online juga. Alhamdulillah, hasilnya lumayan," aku gadis asal Ledokombo ini.
Kini, usahanya itu diberi nama Great.petals. Entah apa maknanya, yang jelas bagi dia, itu adalah ladang rezeki. Hitung-hitung mengurangi ketergantungan subsidi dari orangtuanya. Karena tidak punya kantor, ia merakit rangkaian bunga flanel, buket, dan kado-kado itu dari kos-kosan tempat tinggalnya. Di sekitar Jalan Kalimantan, masih lingkungan kampus.
Malah, ia juga memiliki partner bisnis, persis seperti yang ia jalankan. "Ada teman saya yang barengi usaha ini sejak awal. Namanya Mila, anak Unair Surabaya," ucapnya.
Tak ada gabut, tak ada lagi nganggur. Ada waktu senggang, ia manfaatkan untuk merakit bunga tersebut. Dan itulah yang dijalankannya sampai hari ini. Ia berharap, usahanya itu bisa menginspirasi yang lainnya, terutama sahabat seperjuangannya.
Reporter: Maulana
Fotografer: Istimewa
Editor: Mahrus Sholih Editor : Alvioniza