Balbalan Tapal Kuda Bola Indonesia Bola Internasional Bondowoso Catatan Dahlan Iskan Ekonomi & Bisnis Ekoran Food dan Travel Hukum dan Kriminal Hukum-Kriminal Infotainment Internasional Jember Kecantikan Kesehatan Lumajang Main Yuk MotoGP Nasional Olahraga Opini Oto dan Tekno Pariwisata Pascasarjana IAIN Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Perspektif Halim Pertanian & Peternakan Politik PORPROV 2022 Redaksional Rekomendasi Religi Seni & Budaya Sinergi Sport SpotLight Teknologi Update Laka Lantas

Capaian PBB di Bondowoso Hanya 60 Persen, Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak Masih Rendah

Radar Digital • 2023-10-30 22:20:00
“Monev antisipasi kecamatan yang capaian PBB-nya rendah, sehingga perlu terus dipantau.”  DODIK SIREGAR Kepala Bapenda Bondowoso
“Monev antisipasi kecamatan yang capaian PBB-nya rendah, sehingga perlu terus dipantau.” DODIK SIREGAR Kepala Bapenda Bondowoso

DABASAH, Radar Ijen - Capaian pajak bumi dan bangunan (PBB) di Bondowoso hingga masih jauh dari target. Bahkan memasuki triwulan tahun 2023, capaian PBB masih bertengger di angka 60 persen.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso Dodik Siregar menyebut, hingga tanggal 22 Oktober, capaian PBB masih 60 persen. Oleh karena itu, untuk mencapai target di tahun 2023 cukup sulit. "Saat ini masih naik sedikit dari bulan sebelumnya," ungkapnya.

Bahkan optimalisasi pajak daerah di Bondowoso masuk dalam kawasan atensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu menjadi peringatan bagi pemerintah terkait dalam meningkatkan kinerja setiap bagian yang bertugas untuk meningkatkan kualitas tertib pajak di Bondowoso.

Seperti diketahui sebelumnya, banyak kendala yang dihadapi oleh pemerintah untuk bisa menagih pajak kepada masyarakat Bondowoso. Mulai dari tingkat kesadaran masyarakat yang rendah hingga menunggu uang dari hasil panen. Hal itu tentu menimbulkan persepsi bahwa Kabupaten Bondowoso minim pemahaman terhadap taat pajak.

Menurutnya, rendahnya kesadaran warga Bondowoso soal pajak tentu saja menjadi pekerjaan rumah bersama untuk memberikan edukasi terkait manfaat ataupun fungsi pajak. Oleh karena itu, pihaknya juga berusaha memberikan penyuluhan kepada warga tentang pajak.

Dia menjelaskan, pajak sangat berperan bagi pembangunan negara dan masyarakat. Pajak digunakan untuk membiayai berbagai macam pengeluaran publik. Pajak merupakan salah satu sumber terbesar pendapatan negara. “Pajak itu termasuk pendapatan negara,” terangnya.

Pajak juga nantinya dinikmati oleh seluruh warga negara. Maka dari itu, sangat penting untuk membayar pajak dengan tertib. Manfaat membayar pajak bagi masyarakat adalah pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas publik lainnya. Karena pajak adalah pendapatan sebuah negara, termasuk daerah, maka manfaat pajak juga berkaitan dengan pemberian fasilitas pendidikan, transportasi umum, hingga kesehatan. “Pada intinya uang dari masyarakat untuk membayar pajak, maka uang itu juga akan kembali ke mereka. Berupa pembangunan dan lainnya,” pungkasnya. (c2/dwi)

 

Editor : Radar Digital
#pbb #Bondowoso