Dekopinda Harus Jadi “Rumah Nyaman”, Abdul Majid Dorong Koperasi Bondowoso Bertransformasi Digital

Faqih Humaini • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:56 WIB
Abdul Majid Bersama Nunung Setianingsih saat  selesai melaksanakan sarasehan Ulang Tahun Koperasi yang ke-79
Abdul Majid Bersama Nunung Setianingsih saat selesai melaksanakan sarasehan Hari Koperasi  Koperasi yang ke-79

 

BONDOWOSO, Radar Jember – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Bondowoso menargetkan perubahan besar dalam penguatan peran koperasi. Ketua Dekopinda Bondowoso Abdul Majid menegaskan, pihaknya ingin menjadikan Dekopinda sebagai “rumah nyaman” bagi gerakan koperasi, tempat para pengurus dan anggota merasa betah serta rindu untuk terus berkontribusi.

Menurut Majid, usia koperasi di Indonesia yang telah mencapai 79 tahun seharusnya sudah menunjukkan kematangan. Namun fakta di lapangan, koperasi masih tertinggal dibandingkan sektor usaha lainnya.

Baca Juga: Desil 1 Naik, DPRD Minta Turun Lapangan, Abdul Majid: Wajib Evaluasi Bantuan dan Validasi Data Secara Berkala

Hal ini menjadi evaluasi penting bahwa koperasi, termasuk Dekopinda, belum sepenuhnya menjadi wadah yang memberikan manfaat nyata dan keuntungan bagi anggotanya.

“Artinya, koperasi belum menjadi pilihan utama dalam menggerakkan ekonomi. Ini yang harus kita benahi bersama, bagaimana koperasi bisa benar-benar menjadi penentu arah dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan anggota,” ujarnya.

Baca Juga: Serapan Anggaran Masih Mbendol Mburi, Komisi IV DPRD Bondowoso Soroti Pola Belanja dan Silpa OPD

Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso itu juga menyoroti pola pengelolaan koperasi yang dinilai masih berjalan secara konvensional. Banyak koperasi yang belum mengikuti perkembangan zaman, baik dari sisi sistem usaha maupun pelayanan. Kondisi tersebut membuat koperasi sulit berkembang dan kalah bersaing dengan pelaku usaha lain yang lebih adaptif.

Di sisi lain, tantangan juga datang dari aspek sumber daya manusia. Mayoritas pengurus koperasi saat ini masih didominasi kalangan senior. Sementara itu, kebutuhan dan pola pikir generasi milenial yang jumlahnya semakin besar menuntut perubahan cara kerja yang lebih modern dan fleksibel.

“Peluang ini harus kita ambil. Koperasi tidak punya pilihan selain beradaptasi. Digitalisasi menjadi kunci, mulai dari sistem usaha, pelayanan, hingga pemasaran. Kita harus memanfaatkan teknologi, termasuk platform online dan kecerdasan buatan (AI),” tegasnya.

Baca Juga: Gerakan Literasi Wajib Ditingkatkan, DPRD Bondowoso Ingatkan Ancaman Generasi Gadget

Majid menambahkan, jika peluang tersebut tidak segera dimanfaatkan, maka sektor usaha lain seperti swasta maupun BUMN akan lebih dulu mengambil peran. Akibatnya, koperasi akan semakin tertinggal dan sulit berkembang dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

 

Sebagai langkah konkret, Dekopinda Bondowoso dalam satu tahun ke depan akan fokus pada peningkatan kapasitas pengurus koperasi.

Program pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) akan digencarkan dengan metode yang lebih modern, menyesuaikan tuntutan era digital. Selain itu, pihaknya juga menargetkan kontribusi koperasi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah bisa meningkat, dari rata-rata nasional 5 persen menjadi minimal 6,5 persen di Bondowoso.

 

 

Editor : Faqih Humaini
Pemkab Bondowoso Dekopinda DPRD Bondowoso Bondowoso