Radar Ijen - Bagi sebagian orang, lagu Kicau Mania yang dibawakan oleh Ndarboy Genk, buka hal yang asing. Lirik lagu tersebut sempat booming beberapa waktu lalu.
Ternyata ada pemuda Bondowoso yang sempat berada dalam satu industri kreatif dengan artis tersebut. Bagaimana Ceritanya?
Malam itu, udara di Teduh Glamping, yang ada di Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso, terasa lebih dingin dari biasanya. Di balik kursi-kursi yang tertata rapi, tampak pemuda yang tengah sibuk menyesuaikan volume sound systemnya.
Baca Juga: Guru di Bondowoso Diajak Berdamai dengan AI
Dia adalah Muhammad Agit Firmansyah, seorang pemuda yang baru pulang dari Yogyakarta. Jawa Pos Radar Ijen, tak sengaja berbincang santai dengan pemuda dengan kulit sawo matang itu.
Di tengah perbincangan, diketahui ternyata dia sempat menggarap video klip idolanya, yakni Ndarboy Genk.
Pria yang akrab disapa Agit itu pun, menceritakan secara lengkap pengalamannya selama berkarya bersama Ndarboy Genk di Yogyakarta.
Untuk menembus dapur produksi video klip musisi pop Jawa ternama, tentu bukan hal yang mudah. Serta tak semua orang memiliki kesempatan yang sama.
Pengalaman yang membuka pintu menuju industri perfilman dan musik profesional itu, datang saat Agit menjalani program magang di PA Hompimpa Sinema Nusantara, Yogyakarta.
Baca Juga: Ribuan Warga Bondowoso Belum Rekam KTP-e
Hal tersebut, menjadi momen yang akan sulit untuk dilupakan oleh pemuda dari kecamatan yang dikenal dengan sebutan Bumi Raung itu.
Bagaimana tidak, di tengah proses belajar tersebut, rumah produksi tempatnya magang dipercaya menggarap dua video musik terbaru Ndarboy Genk, yakni Nona Jelita dan Ra Masuk.
Tanpa diduga, Agit dipercaya menjadi asisten sutradara. Kesempatan yang tidak bisa didapatkan oleh semua orang. "Ada dua MV," jelasnya.
Bagi pemuda kelahiran 31 Juli 2002 itu, kesempatan tersebut terasa begitu istimewa. Selama hampir dua pekan, alumni Program Studi Televisi dan Film Universitas Jember itu terlibat langsung dalam seluruh tahapan produksi.
Mulai dari proses casting, script conference, latihan reading, uji coba adegan, penentuan kostum, hingga pengambilan gambar.
Sebagai asisten sutradara, ia bertugas membantu mengatur jalannya produksi, terutama memastikan jadwal pengambilan gambar berjalan efektif. "Lokasinya di satu titik," ujar alumnus SMA Tapen Bondowoso itu.
Pengalaman yang didapatkan selama menggarap video klip Ndarboy Genk, menjadi lompatan besar bagi Agit. Selama kuliah, ia lebih banyak mengenal teori dan praktik dalam lingkup akademik.
Berada di tengah produksi profesional membuatnya merasakan langsung ritme kerja industri kreatif yang sesungguhnya.
Meski mengaku mengidolakan Ndarboy Genk, Agit memilih tetap menjaga profesionalisme selama proses produksi. Ia menahan keinginan untuk berfoto atau menunjukkan kekagumannya agar sang musisi dapat bekerja dengan nyaman.
Baginya, pengalaman bekerja bersama salah satu musisi pop Jawa paling populer saat ini jauh lebih berharga daripada sekadar membawa pulang foto bersama.
Baca Juga: Gerakan Literasi Wajib Ditingkatkan, DPRD Bondowoso Ingatkan Ancaman Generasi Gadget
Kini, pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Agit untuk melangkah lebih jauh setelah menyelesaikan studinya. Ia berharap kesempatan itu menjadi pintu pembuka menuju proyek-proyek profesional berikutnya di industri film dan video nasional.
"Pasti bangga, karena salah satu pengalaman kita bisa masuk ke ranah industri profesional, apalagi bekerja dengan Ndarboy Genk juga," pungkas Agit sekaligus mengakhiri pertemuan dengan Jawa Pos Radar Ijen. (dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh