BONDOWOSO, Radar Jember – Keluhan petani yang selama ini kerap terlambat tertangani kini mulai dijawab cepat.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bondowoso menghadirkan Mobil Klinik Pertanian sebagai layanan respons lapangan yang langsung menyasar lokasi usaha tani.
Program ini dirancang untuk memangkas jarak antara petani dengan layanan pemerintah.
Dengan turun langsung ke sawah dan lahan pertanian, berbagai persoalan bisa segera diidentifikasi dan ditangani tanpa harus menunggu laporan berjenjang.
Baca Juga: Kembali Ajukan Sekolah Rakyat ke Kemensos, Bondowoso Siapkan Lahan 5 Hektare
Kepala DPKP Bondowoso, Mulyadi, mengatakan Mobil Klinik Pertanian menjadi langkah konkret dalam mempercepat penanganan masalah pertanian.
“Petani tidak perlu lagi datang ke kantor. Kami yang datang langsung ke lapangan untuk melihat dan memberikan solusi,” ujarnya, Selasa (28/7).
Menurut dia, layanan ini diperkuat oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama tim teknis dari DPKP. Keduanya bekerja secara kolaboratif untuk memastikan setiap persoalan petani mendapat penanganan sesuai kondisi riil di lapangan.
Berbagai permasalahan yang selama ini sering dikeluhkan petani dapat langsung ditangani.
Mulai dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), pemupukan yang tidak tepat, hingga kendala budidaya dan penggunaan alat mesin pertanian.
Tidak hanya itu, Mobil Klinik Pertanian juga menjadi ruang konsultasi terbuka bagi petani untuk mengembangkan usaha tani.
Pendampingan diberikan secara langsung agar rekomendasi yang diberikan lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Cincin Sempit, Jari Membengkak: Damkar Bondowoso Evakuasi Remaja di Mako
Mulyadi menegaskan, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus mempercepat peningkatan produktivitas pertanian di Bondowoso.
“Kami ingin hadir lebih dekat dengan petani dan memastikan setiap persoalan bisa segera ditangani,” tegasnya.
Melalui layanan ini, DPKP optimistis ketahanan pangan daerah dapat semakin kuat. Di sisi lain, kesejahteraan petani juga diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kualitas pendampingan dan pelayanan di lapangan.
Editor : Faqih Humaini