RADAR JEMBER - Video yang memperlihatkan sejumlah pelajar membuang makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam gerobak pasir viral di media sosial.
Peristiwa itu disebut terjadi di MTs Negeri 4 Bondowoso. Pihak madrasah pun angkat bicara dan menegaskan makanan yang dibuang bukan makanan utuh, melainkan sisa konsumsi para siswa.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah siswa berseragam putih-biru bergantian membuang nasi dari wadah ompreng ke sebuah gerobak pasir. "MBG, MBG, ini MBG-nya," ujar suara seorang pria dalam rekaman video tersebut.
Baca Juga: Kinerja Anggaran Satuan Kerja Tuai Apresiasi, IKPA KPPN Bondowoso Tembus 98,66 Persen
Berdasarkan informasi yang dihimpun, video itu direkam di lingkungan MTs Negeri 4 Bondowoso, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Senin (20/7).
Hingga berita ini ditulis, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tumpeng, Kecamatan Wonosari, belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi terkait video tersebut.
Sementara itu, melalui video klarifikasi yang beredar, Kepala MTs Negeri 4 Bondowoso Qurniyatul Fatiya menjelaskan, makanan yang terlihat dibuang dalam video merupakan sisa makanan para siswa, bukan paket MBG yang masih utuh.
Baca Juga: Ingin Liburan Tanpa Suasana Sesak? Coba Jelajahi 5 Wisata Alam Bondowoso Ini
Ia menerangkan, pada hari kejadian distribusi MBG ke sekolah mengalami keterlambatan karena akses jalan utama ditutup menyusul kunjungan Wakil Menteri.
Akibatnya, kendaraan pengangkut makanan harus mencari jalur alternatif sehingga tiba lebih lambat dari jadwal.
"Akibatnya, anak-anak sudah telanjur membeli makanan di kantin. Makanan yang ada di video itu adalah sisa dari yang dimakan, bukan makanan utuh yang sengaja dibuang," ujarnya.
Menurut Qurniyatul, sisa makanan tersebut sedianya akan dikumpulkan guru untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak itik. Ia juga menegaskan pihak sekolah tidak pernah membuat maupun menyebarkan rekaman video tersebut.
Menurutnya, rekaman diduga dibuat oleh pihak luar yang saat itu berada di area sekolah karena lokasi tersebut dijadikan tempat parkir tamu VIP dalam rangka kunjungan Wakil Menteri.
"Jadi, dimungkinkan mereka (pihak luar) yang membuat video tersebut. Salah seorang guru sebenarnya sudah menegur agar tidak memvideokan, tetapi tidak dihiraukan," pungkasnya. (ham)
Editor : M. Ainul Budi