Air Kawah Ijen Berwarna Hijau Toska? Jejak Letusan Purba Ternyata Masih Membentuknya hingga Sekarang

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 14:18 WIB
Blue Fire Kawah Ijen (SITI ROIHANI)
Blue Fire Kawah Ijen (SITI ROIHANI)

 

RADAR JEMBER – Kawah Ijen selama ini lebih dikenal karena fenomena blue fire

Padahal, warna hijau toska pada danaunya juga menyimpan cerita geologi yang menarik. 

Warna tersebut bukan sekadar pemandangan indah, melainkan hasil proses alam yang telah berlangsung selama puluhan ribu tahun.

Kawah Ijen merupakan bagian dari Kompleks Gunung Ijen yang terbentuk setelah letusan besar gunung api purba. 

Letusan tersebut menciptakan kaldera raksasa yang kemudian menjadi tempat tumbuhnya beberapa gunung api, termasuk Gunung Ijen yang masih aktif hingga sekarang.

Baca Juga: Ranu Regulo, Danau Tenang di Kaki Semeru yang Cocok untuk Menepi dari Keramaian

Menurut Badan Geologi Kementerian ESDM, aktivitas vulkanik yang masih berlangsung membuat sistem panas bumi di bawah permukaan terus memengaruhi kondisi kawah.

Salah satu dampaknya terlihat pada warna air danau. 

Warna hijau toska muncul karena kandungan sulfur (belerang), mineral terlarut, serta tingkat keasaman air yang sangat tinggi. 

Kawah Ijen bahkan dikenal sebagai salah satu danau kawah paling asam di dunia, dengan tingkat keasaman yang dapat mencapai pH di bawah 1.

Tak hanya memberi warna khas, gas belerang yang keluar dari dalam bumi juga terus membentuk endapan belerang berwarna kuning di sekitar kawah. 

Baca Juga: Ingin Liburan Tanpa Suasana Sesak? Coba Jelajahi 5 Wisata Alam Bondowoso Ini

Endapan inilah yang sejak lama ditambang secara tradisional oleh masyarakat.

Selain menjadi objek wisata, Kawah Ijen juga merupakan laboratorium alam. 

Badan Geologi terus memantau perubahan suhu, aktivitas gas, dan kondisi air kawah sebagai bagian dari pengawasan aktivitas vulkanik.

Di balik keindahannya, Kawah Ijen menyimpan jejak sejarah bumi yang masih berlangsung hingga kini. 

Keindahan Kawah Ijen sesungguhnya adalah perpaduan antara sejarah bumi, aktivitas vulkanik, dan proses kimia alam yang masih berlangsung hingga hari ini.

Setiap warna hijau toska yang terlihat dari bibir kawah menjadi penanda bahwa di bawah permukaan masih bekerja sistem panas bumi yang telah aktif sejak ribuan tahun lalu. 

Tak heran jika Kawah Ijen tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga laboratorium alam yang menarik perhatian para peneliti geologi dari berbagai negara.

Dengan memahami proses terbentuknya, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan Kawah Ijen melalui kamera, tetapi juga memahami bahwa panorama tersebut merupakan hasil perjalanan panjang bumi yang masih terus berlangsung hingga sekarang.

Penulis : Siti Roihani

Editor : M. Ainul Budi
sejarah kawah ijen blue fire Kawah Ijen Bondowoso