Melihat Potensi Beras Organik Bondowoso yang Siap Dikirim ke Luar Daerah

Ilham Wahyudi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 22:23 WIB
DIMULAI: Salah seorang petani di Lombok Kulon melakukan persiapan penanaman padi organik di sawahnya. (KOMINFO BONDOWOSO)
DIMULAI: Salah seorang petani di Lombok Kulon melakukan persiapan penanaman padi organik di sawahnya. (KOMINFO BONDOWOSO)

RADAR JEMBER - Pemkab Bondowoso terus memperkuat sektor pertanian, melalui pengembangan pertanian organik dan penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS). Langkah itu ditandai dengan pengiriman satu truk beras organik produksi Gapoktan Al Barokah, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, ke Kalimantan, Senin (20/7).

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid juga menandatangani nota kesepahaman dengan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Nazaruddin Malik untuk mendukung pengembangan sektor pertanian berbasis inovasi.

Baca Juga: Pemkab Bondowoso Pertahankan Sawah Organik Lewat Peraturan Bupati

Pria yang akrab disapa Ra Hamid itu mengatakan, Bondowoso memiliki potensi besar sebagai daerah pertanian. Luas lahan pertanian mencapai 35.093 hektar, sedangkan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) sekitar 45 ribu hektare. "Kondisi geografis yang berada di dataran tinggi dengan iklim yang mendukung, menjadikan Bondowoso sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur," katanya.

Produksi padi Bondowoso pada 2025 mencapai 600 ribu ton. Menurut Ra Hamid, capaian itu merupakan hasil kerja petani, penyuluh, dan dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas.

Saat ini, pertanian organik telah dikembangkan di lahan seluas 230 hektare yang tersebar di Desa Sulek, Desa Lombok Kulon, dan Desa Gadingsari. Program tersebut difokuskan pada pengembangan beras organik bernilai tambah tinggi. 

"Melalui pendampingan intensif, petani organik berhasil meningkatkan kualitas produksi," ujarnya.

Selain itu, Bondowoso juga memiliki beras Sintanur Lembah Raung yang telah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG). Pengakuan tersebut dinilai memperkuat daya saing produk di pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Aspal Hibah Tak Dibagi Sembarangan, BSBK Bondowoso Perketat Syarat Teknis Desa

Ra Hamid menambahkan, petani Bondowoso juga telah terbiasa menerapkan sistem tanam benih langsung (Tabela) dan siap mengadopsi teknologi PM-AAS untuk meningkatkan produktivitas. 

"Petani Bondowoso menunjukkan kesiapan dan antusiasme tinggi dalam mengadopsi inovasi pertanian," katanya.

Menurutnya, Pemkab akan terus memperluas pelatihan dan pendampingan agar teknologi tersebut dapat diterapkan secara optimal. Dia juga berharap dukungan pemerintah pusat melalui pembangunan rumah produksi dan penyediaan alat mesin pertanian pasca panen.

"Kami yakin Bondowoso dapat semakin maju dan menjadi contoh, daerah yang sukses dalam mengintegrasikan tradisi pertanian dengan teknologi modern," pungkasnya.

Editor : M. Ainul Budi
berita bondowoso bupati bondowoso beras organik Bondowoso