RADAR JEMBER - Penggabungan sekolah (regrouping) belum menjadi solusi atas minimnya jumlah murid baru di sejumlah sekolah negeri Bondowoso. Dinas Pendidikan (Dispendik) memilih mempertahankan layanan pendidikan karena banyak sekolah berada di wilayah dengan permukiman yang berjauhan.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso Taufan Restuanto mengakui minimnya murid baru tidak hanya terjadi di sekolah perkotaan, tetapi juga banyak dialami sekolah negeri di wilayah pinggiran.
Bahkan, menurutnya, demi menarik minat masyarakat, ada guru yang rela patungan untuk membelikan seragam bagi murid baru. "Di sekolah pinggiran, demi menarik minat siswa untuk belajar, guru-guru kita itu sampai urunan membelikan seragam untuk murid baru," jelas Taufan.
Sebagai langkah awal, Dispendik menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan 1.000 seragam gratis, kepada sekolah yang jumlah siswanya kurang dari 70 orang. Hal tersebut diserahkan langsung oleh bupati di Pendapa Raden Bagus Asra beberapa waktu lalu.
Taufan menilai rendahnya minat masyarakat dipengaruhi banyaknya sekolah keagamaan swasta yang kini menjadi pilihan orang tua. Padahal, menurutnya, kualitas sekolah negeri yang kekurangan murid tetap mampu bersaing. Ia mencontohkan capaian asesmen SDN Dabasah 2 dengan nilai tertinggi mencapai 94. Sementara siswa SDN Locare 1 justru meraih nilai IPS tertinggi se-Kecamatan Curahdami.
Meski demikian, Dispendik belum berencana melakukan penggabungan (regrouping) sekolah. Pengalaman sebelumnya menunjukkan kebijakan tersebut justru membuat sekolah kehilangan seluruh siswanya karena lokasi menjadi semakin jauh dari permukiman warga. "Sampai sekarang kami belum mewacanakan untuk regrouping," tegasnya.
Baca Juga: PPTKH Jadi Jalan Terakhir, Perhutani KPH Bondowoso Ingatkan Sanksi Pidana jika Langgar Peruntukan
Kendati jumlah murid baru minim, seluruh sekolah tetap diwajibkan memberikan layanan pendidikan secara optimal, termasuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). "Iya tetap (MPLS,red) itu layanan kita," pungkasnya. (ham)
Editor : M. Ainul Budi