RADAR JEMBER - Lubang berukuran 40x40 cm memang sudah ada di Jembatan Koncer, Bondowoso tahun 2021 silam.
Kala itu Jawa Pos Radar Ijen turun langsung meliput jembatan lubang tepatnya pada tanggal 24 Februari 2021.
Saat itu juga, di hari yang sama dinas terkait langsung memperbaiki lubang. Yakni menutup dan mengaspal kembali.
Beberapa tahun berselang, janji memperbaiki total jembatan yang jadi salah satu poros utama aktivitas ekonomi warga Bondowoso itu tak kunjung ada.
Baca Juga: Pengendara Selalu Dibikin Ketar-ketir Saat Melintas di Jembatan Koncer Bondowoso
Hingga beberapa hari lalu, jembatan itu kembali retak dan berlubang. Diduga, salah satu faktornya banyaknya tonase kendaraan yang makin hari melintas.
Sebab, Jembatan Sentong yang ambruk itu membuat banyak kendaraan kini melintas ke Jembatan Koncer.
Pasca ramai diperbincangkan, Jembatan Koncer yang bolong, sehingga dianggap membahayakan pengendara lalu lintas. Akhirnya sejumlah pihak terkait turun melakukan penanganan, kemarin (7/7). Mereka menambal badan jalan jembatan yang menganga tersebut.
Baca Juga: DPRD Bondowoso Desak Penanganan Serius Jembatan Koncer: Jangan Tambah Derita Warga
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, perbaikan dilakukan dengan cara menambah besi dan menambal dengan aspal. Arus lalu lintas juga dilakukan pembatasan, selama proses pengerjaan berlangsung. Hanya kendaraan roda dua dan roda empat yang diperbolehkan melintas. Sementara truk dan kendaraan besar lainnya, dilarang melintas.
Sejumlah polisi hingga petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso, tampak di sekitar lokasi. Mereka mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar. Sementara petugas Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, tampak sibuk menambal jalan jembatan yang berlubang puluhan sentimeter itu.
Kepala BSBK Bondowoso Ansori menjelaskan, perbaikan jembatan yang berada di jalan kabupaten itu, sudah beberapa kali diusulkan kepada pemerintah provinsi hingga pusat, sejak 2017 silam. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan resmi. Sehingga ketika terjadi kerusakan atau berlubang, biasanya hanya ditangani dengan cara ditambal. “Kami berupaya terus ke provinsi dan ke pusat. Karena ini kan dampak pengalihan arus,” ujarnya.
Editor : M. Ainul Budi