TENGGARANG, Radar Ijen - Polemik pengumuman Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD/SMP, di Bondowso tak hanya memicu protes para wali murid.
Sejumlah peserta juga sempat kehilangan semangat belajar, karena mengira perjuangan mereka selama berbulan-bulan berakhir sia-sia. Kini, setelah pemerintah memastikan akan ada pengumuman susulan, harapan mereka kembali tumbuh.
Pengumuman OSN beberapa waktu lalu, menyisakan tekanan psikologis bagi para peserta. Sejumlah siswa yang telah mempersiapkan diri selama hampir setahun, sempat kehilangan motivasi belajar setelah nama mereka tidak muncul pada pengumuman pertama.
Salah seorang perwakilan wali murid peserta OSN Indah Lestari mengaku, begitu pengumuman dirilis, hal pertama yang ia lakukan adalah mencari nama anaknya. Namun, ia justru tidak menemukan satupun peserta asal Bondowoso.
Baca Juga: Melihat Jejak Tradisi Penjamasan di Bondowoso, Merawat Pusaka, Menjaga Jejak Leluhur!
"Saya searching Bondowoso, loh kok ternyata Bondowoso enggak ada. Nah baru dari situlah kita para wali murid saling WA, saling komunikasi, loh kok enggak bisa enggak ada," tuturnya.
Kondisi tersebut mendorong para wali murid mendatangi Dinas Pendidikan hingga akhirnya melakukan hearing bersama DPRD Bondowoso, Kamis (2/7).
Dari hasil pertemuan itu, mereka mendapat kepastian bahwa berkas peserta asal Bondowoso telah terunggah dan akan ada pengumuman susulan.
Baca Juga: Update Harga BBM di Bondowoso: Jalur Pertalite Hampir Tak Pernah Sepi Antrian
"Hari ini kami juga sudah memastikan bahwa berkas-berkas dari Kabupaten Bondowoso sudah terupload dengan sempurna," katanya.
Di balik polemik tersebut, dampak terbesar justru dirasakan para peserta. Anak-anak yang selama ini disiplin belajar sempat kehilangan semangat karena menganggap perjuangannya berakhir.
"Sempat down. Habis itu sempat sampai dengan belum ada kepastian ini tidak belajar sama sekali,” kata Linda.
“Padahal saya sudah bilang, mama akan berjuang dulu. Mama akan berjuang dulu deh. Adik tetap semangat belajar, doakan mama," imbuhnya.
Menurutnya, sang anak telah dipersiapkan mengikuti OSN sejak kelas III sekolah dasar. Selama hampir satu tahun, ia rutin mengikuti les daring dan mengerjakan sedikitnya lima hingga sepuluh soal setiap hari.
"Kalau persiapannya itu pasti les. Les online ya. Kami mengambil les online saja supaya tidak terlalu capek ke fisik anak. Dan tiap hari wajib minimum mengerjakan 5-10 soal," ungkapnya.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Sebut Mulai Lakukan Percepatan Distribusi BBM Subsidi di Area Bondowoso
Perjuangan itu juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, para orang tua berharap kerja keras anak-anak tidak sia-sia akibat persoalan teknis.
Kini, setelah muncul kepastian akan ada pengumuman susulan, semangat belajar sang anak mulai kembali, meski belum sepenuhnya pulih.
"Iya, akhirnya semangat lagi. Walaupun mungkin agak sedikit berkurang ya," pungkasnya.
Ia berharap proses pengumuman susulan berjalan lancar sehingga para peserta dapat kembali fokus mempersiapkan diri menghadapi OSN tingkat provinsi apabila dinyatakan lolos. (ham)
Editor : Ilham Wahyudi