radar jember - SEJUMLAH warga mengaku heran bahkan kebingungan. Lantaran desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), tiba tiba berubah. Mereka menganggap hal itu tak sesuai dengan kondisi ekonominya saat ini. Namun, tak jarang mereka kebingungan harus berbuat apa.
Seperti yang dirasakan Pangistu, warga Desa Kembang, Bondowoso. Dia mengaku kaget saat mengecek sudah masuk dalam desil 6. Dia memutuskan mengecek desilnya, setelah ibunya tak pernah mendapat bansos.
"Pantes saja, mama saya jarang dapat bantuan. Dulu biasanya dapat bantuan macam-macam," ujarnya.
Baca Juga: Dua Bulan Kabur Keluar Jatim, Buronan di Bondowoso Tumbang di Kalikangkung Jawa Tengah
Dia mengaku kaget karena kenaikan desil ini tak diikuti pemberitahuan.
Untuk itu dirinya mempertanyakan bagaimana kenaikan desil bisa terjadi tanpa survey langsung. Dengan kondisi ekonomi yang masih sama dengan sebelumnya.
Dia menyadari kenaikan desil memang perlu dilakukan untuk mengukur keberhasilan intervensi pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.
Hanya saja, perlu dijelaskan juga siapa yang menentukan desil dan apa saja variabelnya. Jika benar dilakukan tiga bulan sekali, harusnya penentuan desil ini kian baik.
"Cuma bingung siapa yang survey, siapa yang merubah. Kalau itu dari Pemerintah Pusat, kemudian, apa orang kementerian tahu rumah saya? Tanya sama keluarga saya?," ungkapnya.
Baca Juga: Satu Jemaah Haji Bondowoso Wafat di Tanah Suci, Ratusan Lainnya Sudah Kembali ke Bumi Ki Ronggo
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, Jumlah masyarakat Bondowoso yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga 4 terus meningkat, pada semester pertama tahun 2026. Sebaliknya, jumlah warga di kategori Desil 5 justru mengalami penurunan.
Berdasarkan data dari Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak, KB (Dinsos P3AKB) Bondowoso, jumlah warga pada Desil 1 bertambah sebanyak 1.198 keluarga.
Dengan demikian, totalnya kini mencapai 46.277 keluarga atau setara dengan 104.368 individu.
Peningkatan juga terjadi pada Desil 2 hingga 4. Secara berurutan, Desil 2 bertambah 381 keluarga, Desil 3 bertambah 221 keluarga, dan Desil 4 bertambah 143 keluarga. Sementara itu, jumlah warga pada Desil 5 berkurang sebanyak 89 keluarga. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi