Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jembatan Sentong Bondowoso Belum Beres, Sekarang Malah Ricuh! Proyek Gorong-gorong Malah Picu Protes Warga

Faqih Humaini • Selasa, 23 Juni 2026 | 16:45 WIB
ADU MULUT: Seorang diduga pekerja saat berdebat dengan warga setikar proyek jembatan Sentong, Senin (22/6).(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
ADU MULUT: Seorang diduga pekerja saat berdebat dengan warga setikar proyek jembatan Sentong, Senin (22/6).(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

 

KEMBANG, Radar Ijen – Proyek pembangunan gorong-gorong di kawasan Jembatan Sentong, Kabupaten Bondowoso, diwarnai kericuhan pada Senin (22/6).

Seorang pekerja proyek terlibat adu mulut dengan warga yang memprotes pelaksanaan pekerjaan karena dinilai berpotensi mengganggu akses usaha mereka.

Insiden tersebut terekam dalam video berdurasi 2 menit 38 detik yang beredar luas di masyarakat.

Dalam rekaman itu, seorang pekerja yang diduga sebagai penanggung jawab lapangan tampak dikerumuni sejumlah warga sambil terlibat perdebatan sengit terkait teknis pengerjaan gorong-gorong.

Warga menyampaikan kekhawatiran bahwa pembangunan saluran tersebut berpotensi mengarahkan aliran air ke area beranda tempat usaha mereka.

Baca Juga: Saat Sekolah Rehat, MBG Ikut Beristirahat Sementara, Begini Penjelasana Kadispendik Bondowoso

Kondisi itu dinilai berisiko memicu genangan bahkan banjir saat hujan turun. 

“Sekolah maneh sampean, mas (sekolah lagi anda, red),” terdengar salah satu warga dalam video, menyela penjelasan pekerja proyek.

Pihak pekerja sempat memberikan klarifikasi bahwa desain pembangunan telah diperhitungkan dan tidak akan menimbulkan dampak seperti yang dikhawatirkan. Namun, penjelasan tersebut tidak sepenuhnya diterima warga, sehingga perdebatan tak terhindarkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keberatan warga tidak semata soal potensi aliran air. Akses menuju usaha cucian mobil milik salah satu warga disebut terganggu selama proses pengerjaan berlangsung.

Kondisi itu menyebabkan kendaraan pelanggan tidak dapat masuk ke lokasi usaha.

“Kendaraan tidak bisa masuk selama pengerjaan gorong-gorong. Sementara ada usaha bengkel mobil di sekitar lokasi yang bahkan berhenti total sejak jembatan ambrol. Kalau bicara kerugian, bengkel itu lebih besar, tapi pemiliknya tidak protes,” ujar sumber yang mengetahui persoalan tersebut.

Baca Juga: Wali Murid di Bondowoso Menanti Evaluasi Menu MBG Usai Libur Sekolah

Proyek pembangunan Jembatan Sentong sendiri merupakan pekerjaan di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur dengan nilai anggaran sekitar Rp17,5 miliar.

Pengerjaan dijadwalkan berlangsung sejak April hingga Desember 2026.

Sebagaimana diketahui, pembangunan dilakukan setelah Jembatan Sentong ambrol pada awal 2026.

Infrastruktur yang berada di perbatasan Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso itu memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung Bondowoso–Jember sekaligus akses menuju Situbondo.

Kepala Desa Sukowiryo, Beny Wijaya, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, kericuhan dipicu kesalahpahaman akibat kurangnya komunikasi antara warga dan pihak pelaksana proyek.

“Ada miss komunikasi. Tapi kami dari pemerintah desa sudah memediasi dan diharapkan ada jalan keluar dari kebuntuan komunikasi kemarin,” ujarnya.

Pemerintah desa berharap kedua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog agar proyek strategis tersebut tetap berjalan tanpa mengabaikan kepentingan warga sekitar. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#berita bondowoso #Jembatan #Bondowoso