radar jember - BAGI sebagian orang, libur sekolah berarti waktu beristirahat. Namun, bagi para relawan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bondowoso, masa jeda itu justru berarti hilangnya penghasilan. Sebagian dari mereka bahkan memilih menjadi kuli bangunan sambil menunggu dapur kembali beroperasi.
Libur sekolah bukan hanya menghentikan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di balik berhentinya aktivitas dapur, ratusan pekerja yang selama ini menggantungkan penghasilan dari program tersebut juga harus kehilangan pekerjaan sementara.
Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus pemilik dapur SPPG Desa Tegal Pasir, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Lina Tripuspita Sudarmo Putri, membenarkan bahwa distribusi MBG dihentikan selama masa libur sekolah.
Di dapurnya, penyaluran terakhir dilakukan pada Rabu (17/6), sedangkan aktivitas dapur resmi berhenti sejak Kamis (18/6) lalu.
Selain mengikuti kebijakan penghentian distribusi secara nasional, belum cairnya anggaran juga menjadi alasan operasional dihentikan.
Sebelum dapur ditutup sementara, Lina lebih dulu mengumpulkan seluruh karyawannya untuk menyampaikan kondisi tersebut. "Tiga minggu tidak akan beroperasi, se-Indonesia itu tidak ada (distribusi)," ujarnya.
Baca Juga: 80 Dapur SPPG MBG di Bondowoso Berhenti Beroperasi Selama Tiga Pekan
Penghentian operasional itu membawa dampak langsung bagi para pekerja. Banyak di antara mereka mulai mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama dapur belum kembali beroperasi.
Sebagian bahkan berencana menjadi buruh bangunan sementara waktu. "Teman-teman relawan banyak yang sedih juga, karena banyak yang menggantungkan pekerjaan dari sana," ujarnya.
Meski demikian, Lina mengaku berusaha menerima kondisi tersebut. Ia berharap program MBG dapat kembali berjalan normal setelah masa libur sekolah berakhir sehingga para relawan dapat kembali bekerja seperti biasa. "Kami legowo ya, saya harap bisa bekerja seperti biasanya lagi," pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi