DABASAH, Radar Ijen - Di tengah riuh transaksi Bazar UMKM di Alun-Alun Ki Bagus Asra, Bondowoso, denting bel pembuka ronde menjadi penanda pertarungan dimulai.
Sorak penonton pecah ketika para petinju muda bergantian naik ke atas ring, memperlihatkan keberanian, teknik, dan semangat juang mereka.
Momentum itu hadir dalam Kejuaraan Tinju Amatir se-Jawa-Bali Kapolres Cup 2026 yang digelar Polres Bondowoso, menyambut HUT ke-80 Bhayangkara. Selama tiga hari, 11–13 Juni 2026, alun-alun kota disulap menjadi arena adu gengsi para petinju amatir dari berbagai daerah.
Baca Juga: Inovasi SINCERO Bawa RSUD dr H Koesnadi Bondowoso Juara 3 Nasional
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora), serta KONI Bondowoso tersebut tak hanya menghadirkan tontonan olahraga.
Kehadiran ring tinju di pusat keramaian justru menjadi magnet yang menyedot perhatian masyarakat.
Sebanyak 164 atlet dari berbagai daerah di Jawa dan Bali ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Mereka datang dari Situbondo, Jember, Bali, Probolinggo, hingga sejumlah daerah lainnya untuk memperebutkan prestasi di atas ring.
Kabag Log Polres Bondowoso yang juga Ketua Pertina Bondowoso, Slamet Riyadi, mengatakan antusiasme peserta cukup tinggi. Bertindak sebagai tuan rumah, Bondowoso menerjunkan kekuatan terbaik dengan melibatkan 13 atlet Pertina Bondowoso dan 12 petinju dari sasana non-Pertina.
Baca Juga: Begini Jawaban Pemkab Bondowoso Soal Realisasi Janji PBB Untuk Masyarakat Desil 1
"Ada 164 atlet kalau totalnya," katanya.
Bagi Slamet, kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi memperebutkan gelar juara. Turnamen tersebut menjadi ruang bagi para petinju muda untuk menguji kemampuan, menempa mental bertanding, sekaligus mencari bibit-bibit potensial yang kelak bisa mengharumkan nama daerah.
"Ini kita jadikan wadah untuk para petinju kita mengasah kemampuannya," ujarnya.
Di sisi lain, geliat olahraga itu juga membawa berkah bagi para pelaku usaha kecil. Deretan pedagang makanan dan minuman yang berjualan di sekitar arena ikut menikmati ramainya pengunjung yang datang menyaksikan pertandingan.
Efek berantai itulah yang diharapkan dari penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Selain menjadi hiburan gratis bagi masyarakat, kedatangan atlet dan ofisial dari luar daerah turut menggerakkan sektor ekonomi, mulai dari pedagang kaki lima hingga jasa penginapan.
"Multiplier effect yang kami harapkan,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi