Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gaungnya BRK Redup karena Anggaran? Berikut Komentar Ketua Komisi II DPRD Bondowoso

Ilham Wahyudi • Rabu, 10 Juni 2026 | 18:03 WIB
Wakil Ketua Komisi II DPRD Bondsowoso
KUKUH RAHARDJO
Wakil Ketua Komisi II DPRD Bondsowoso KUKUH RAHARDJO

 

radar jember - DPRD Bondowoso menilai kebangkitan sektor kopi tidak hanya penting bagi petani, tetapi juga berdampak luas terhadap pelaku usaha hingga peningkatan pendapatan daerah.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Kukuh Rahardjo mengaku, mendukung penuh upaya mengangkat kembali kejayaan kopi Bondowoso, melalui BRK Reborn.

Apalagi sudah ada kopi dari dua wilayah yang mendapatkan indikasi geografis.

Menurut dia, kopi Bondowoso telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak pihak. Mulai dari petani, pengolah kopi, pelaku UMKM, hingga kafe-kafe yang tumbuh di berbagai wilayah.

"Jadi kalau ini diangkat kembali tentu banyak yang petani kopi, pemolah kopi maupun UMKM, kafe-kafe itu bisa menikmati," katanya politisi Golkar itu.

Ia mengakui, gaung BRK dalam beberapa tahun terakhir memang sempat meredup. Salah satu penyebab utamanya adalah keterbatasan anggaran, serta kurangnya upaya untuk terus menggaungkan program tersebut.

"Yang kemarin kan sempat redup, karena pertama keterbatasan anggaran," ujarnya.

Meski demikian, Kukuh menilai, bukan berarti tidak ada ruang untuk mendukung program tersebut.

Pemerintah daerah dapat menyiasati keterbatasan anggaran dengan memanfaatkan skema pembiayaan yang tersedia tanpa melanggar aturan. Salah satunya melalui integrasi kegiatan dengan program lain yang sumber dananya telah tersedia, seperti dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Menanggapi aspirasi petani kopi yang meminta Peraturan Daerah tentang tata kelola kopi dijalankan secara konsisten, ia menyatakan dukungan penuh kepada pemerintah daerah.

Menurutnya, persoalan implementasi perda memang tidak hanya terjadi pada sektor kopi. 

"Kalau secara global kami juga sudah membahas di Bapemperda, ada beberapa perda yang malah perbubnya belum dibuat. Ada juga perda yang perbubnya sudah dibuat tapi masih belum dijalankan secara penuh," pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#berita bondowoso #DPRD Bondowoso #Kopi #Bondowoso