radar jember - BONDOWOSO belum menyerah menjaga identitasnya sebagai Republik Kopi.
Setelah sempat meredup dan dibayangi persoalan hukum, konsep Bondowoso Republik Kopi (BRK) kini coba dihidupkan kembali lewat semangat baru, BRK Reborn.
Pemerintah daerah mulai merancang ulang ekosistem kopi dari hulu hingga hilir, termasuk menyiapkan penguatan branding digital dan kemungkinan pembentukan BUMD baru.
Konsep lama yang sempat menjadi ikon daerah itu kini akan dibangkitkan lewat program BRK Reborn.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto mengatakan, saat ini pemerintah fokus membangun fondasi utama pengembangan kopi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
“BRK Reborn. Saat ini yang kami lakukan, membangun infrastruktur yang terutama dari hulunya dulu,” ujarnya.
Menurut Hergiar, penguatan sektor kopi tidak bisa dilakukan secara parsial. Karena itu, Diskoperindag menggandeng Dinas Pertanian serta sektor pariwisata untuk membangun ekosistem kopi yang lebih utuh.
“Kami punya kopi specialty yang saat ini agak sudah terkenal, tapi kadang-kadang kurang dapat dukungan dari pemerintah,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini pengembangan kopi kerap berhenti di sektor produksi. Padahal, dibutuhkan penggerak yang mampu menarik pasar sekaligus memperkuat branding kopi Bondowoso.
Salah satu langkah yang mulai disiapkan adalah mengaktifkan kembali gedung PLUT sebagai pusat pengembangan pelaku usaha kopi. Tempat itu nantinya diharapkan menjadi ruang belajar, pelatihan, hingga penguatan kapasitas UMKM kopi lokal.
Meski mengusung nama baru, Hergiar menegaskan BRK Reborn sejatinya bukan perubahan konsep secara total.
Pemerintah hanya ingin melanjutkan gagasan lama, dengan pendekatan yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
“Bagaimana konsep yang lama itu, bisa diteruskan dengan semangat baru, dengan teknologi yang baru,” ujarnya.
Menurut dia, perubahan pola pemasaran menjadi salah satu fokus utama.
Jika dulu promosi masih dominan dilakukan secara konvensional, kini penguatan branding digital menjadi kebutuhan yang tak bisa dihindari.
Karena itu, pemerintah ingin agar branding kopi Bondowoso tidak lagi hanya bergerak di pasar offline, tetapi juga mampu bersaing secara online. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi