IJEN, Radar Ijen – Gerakan Ijen Rijik terus berjalan konsisten selama lima tahun terakhir. Setiap Jumat pertama di awal bulan, jalur pendakian menuju Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Bondowoso ditutup sementara untuk kegiatan bersih-bersih kawasan wisata andalan tersebut.
Seperti yang digelar Jumat (5/6) lalu, ratusan orang turun langsung memunguti sampah di sepanjang jalur pendakian Kawah Ijen.
Mereka tidak hanya berasal dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, tetapi juga melibatkan pemandu wisata, pelaku ojek troli, pemilik warung UMKM, hingga perwakilan homestay di kawasan Ijen.
Kepala Resor TWA Kawah Ijen Rusdi Santoso mengatakan, kegiatan tersebut telah berlangsung rutin sejak masa pandemi Covid-19 berakhir.
"Ijen Rijik ini dimulai sekitar habis Corona itu, jadi sudah sekitar 5-6 tahun berjalan," ujarnya.
Selama sekitar 2,5 jam, mulai pukul 06.00 hingga 08.30 WIB, para peserta bergotong royong membersihkan kawasan pendakian.
Hasilnya, sebanyak 20 karung besar sampah berhasil dikumpulkan. "Hari ini terkumpul 1,5 pikap," terangnya.
Mayoritas sampah yang ditemukan berupa sampah plastik, terutama bungkus makanan dan camilan yang diduga dibuang sembarangan oleh para pendaki selama perjalanan menuju puncak.
Rusdi menjelaskan, lahirnya gerakan Ijen Rijik berangkat dari keprihatinan terhadap masih rendahnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan kawasan konservasi.
Padahal, pengelola telah menyediakan fasilitas tempat sampah di sejumlah titik, termasuk di kawasan Paltuding. "Cuma kepedulian pengunjung kadang-kadang masih kurang, mereka membuang sampah sembarangan," pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, pengelola berharap budaya menjaga kebersihan kawasan wisata alam dapat semakin tumbuh, sehingga Kawah Ijen tetap terjaga sebagai destinasi unggulan yang bersih dan lestari. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi