radar jember - KABAR putrinya menjadi korban dugaan begal membuat keluarga Aurel syok. Sang ayah, Abdul Hadi langsung bergegas menuju lokasi kejadian begitu mendapat telepon dari istrinya yang lebih dulu dihubungi korban.
Hadi mengaku langsung menuju lokasi setelah mendapat kabar putrinya menjadi korban dugaan begal di Desa Pancoran, Bondowoso, Kamis (21/5) malam.
Saat itu, istrinya tengah berada di rumah sakit menjaga keluarga. Aurel lebih dulu menghubungi ibunya usai ditolong warga. “Iya, langsung pergi ke TKP,” ujarnya.
Ia berangkat bersama saudaranya menggunakan sepeda motor. Setibanya di lokasi, kondisi putrinya membuat dirinya syok. “Ya, kaget ya sedih. Campur aduk lah” katanya.
Menurut dia, Aurel sebenarnya tidak terbiasa pulang larut malam. Bahkan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Biasanya Aurel pulang sore dari Jember, tempat dia kuliah.
“Tak pernah. Bisa dibilang nggak pernah,” ujarnya.
Baca Juga: Jurnalis Bondowoso Gelas Aksi: Desak Pembebasan Wartawan Indonesia di Gaza
Sebelum berangkat pulang dari Jember, Aurel juga sempat memberi kabar kepada ibunya.
Meski demikian, tak ada kecurigaan atau firasat apapun. Apalagi korban memang terbiasa pulang sendirian.
“Gak boleh pulang malam lagi sekarang. Kalau mau pulang siang atau sore saja sudah,” tegasnya.
Pasca kejadian tersebut, pihak keluarga pun langsung melapor ke polisi dan melakukan visum usai kejadian.
Dia berharap pelaku segera ditangkap, agar tidak meresahkan warga yang lain.
“Sudah dilakukan visum juga,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi