GRUJUGAN, Radar Ijen – Edukasi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) menjadi fokus utama dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan kebakaran yang digelar di Aula Klinik Al Fatih, kemarin (12/5). Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko kebakaran yang kerap dipicu kelalaian manusia.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedi, menegaskan bahwa sebagian besar kasus kebakaran berawal dari hal-hal sederhana yang sering diabaikan. Mulai dari penggunaan alat listrik, kebocoran gas, hingga ketidaktahuan dalam penanganan awal api. “Banyak kejadian kebakaran itu disebabkan kelalaian. Karena itu, edukasi penggunaan APAR ini sangat penting agar api bisa segera ditangani sebelum membesar,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman teknis penggunaan APAR secara benar. Mulai dari cara membuka pengaman, mengarahkan nozzle, hingga teknik menyemprotkan media pemadam ke titik api.
Selain itu, peserta juga diberikan simulasi langsung penggunaan APAR jenis powder. Praktik ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keberanian dan keterampilan saat menghadapi kondisi darurat.
Tak kalah penting, Damkar juga mengingatkan bahaya kebocoran gas yang sering luput dari perhatian. Penanganan yang salah justru berpotensi memicu ledakan dan kebakaran lebih besar. “Melalui pelatihan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pencegahan itu dimulai dari hal kecil. Jangan anggap sepele potensi kebakaran,” tegas Vara Tedi.
Ia berharap, edukasi semacam ini bisa meningkatkan kewaspadaan di lingkungan kerja, khususnya fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan pemahaman yang baik, risiko kebakaran akibat kelalaian dapat ditekan seminimal mungkin. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi