Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bidik Pasar Timur Tengah, JCE Blawan Ijen Pasang Target Ambisius 1.000 Ton Kopi di 2026, Perkuat Produksi dan Serap Tenaga Kerja

Faqih Humaini • Senin, 11 Mei 2026 | 18:31 WIB
MEMETIK: Sejumlah pegawai PTPN I Regional 5 saat memetik kopi (FAQIH/RJ)
MEMETIK: Sejumlah pegawai PTPN I Regional 5 saat memetik kopi (FAQIH/RJ)

 

BONDOWOSO, Radar Jember – Java Coffee Estate (JCE) Blawan Ijen memasang target ambisius pada tahun 2026 dengan membidik produksi hingga 1.000 ton kopi kering. 

Angka tersebut setara dengan sekitar 8 juta kilogram kopi gelondong, yang diproyeksikan berasal dari optimalisasi lahan produktif di kawasan Ijen, Bondowoso.

Baca Juga: PHRI Bondowoso Sudah Vakum Tiga Tahun! PAD Hotel dan Resto Seret?

Target tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, namun juga dibarengi dengan strategi ekspansi pasar baru.

Selain mempertahankan pasar tradisional di Eropa dan Amerika, JCE kini mulai serius menggarap potensi pasar Timur Tengah yang dinilai semakin menjanjikan.

Manajer JCE Blawan Ijen, Hastudy Yunarko, menjelaskan bahwa target tersebut didasarkan pada hasil taksasi produksi yang menunjukkan kondisi tanaman dan lahan sangat mendukung.

Baca Juga: Tegaskan Sudah Sesuai Prosedur dan Regulasi, RSUD Koesnadi Bondowoso Buka Suara Soal Rekrutmen Nakes

Menurutnya, langkah yang kini dilakukan adalah memastikan seluruh proses produksi berjalan optimal, mulai dari perawatan tanaman, pemanenan, hingga pengolahan pascapanen.

“Potensinya ada, tinggal bagaimana kita memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada agar target ini bisa tercapai,” ujarnya, Senin (11/5).

Ia menambahkan, pasar Timur Tengah mulai dilirik karena menunjukkan tren konsumsi kopi yang terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda. 

Selain itu, faktor geografis juga menjadi keuntungan tersendiri.

Distribusi ke kawasan tersebut dinilai lebih efisien karena jarak pengiriman relatif lebih dekat dibandingkan ekspor ke Eropa maupun Amerika, sehingga dapat menekan biaya logistik.

Untuk mendukung lonjakan produksi, JCE telah melakukan pengembangan tanaman secara bertahap.

Sejak tahun 2022, sekitar 1.500 hektare lahan baru telah ditanami dengan klon unggulan seperti Andungsari dan Komasti.

Kedua varietas ini dikenal memiliki produktivitas tinggi, bahkan mampu menghasilkan lebih dari 1.500 kilogram per hektare.

Dengan pengelolaan yang optimal, kontribusi dari tanaman baru ini diharapkan semakin signifikan terhadap total produksi pada 2026.

Sementara itu, musim panen tahun ini dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga pertengahan September.

Total luasan panen mencapai sekitar 2.500 hektare, menjadikan aktivitas ini sebagai salah satu siklus ekonomi terbesar di kawasan Ijen.

Dampak ekonominya pun cukup besar.

Setiap hari, sekitar 4.000 tenaga kerja terserap dalam kegiatan panen dan pengolahan, mulai dari pemetik kopi hingga tenaga sortir dan pengeringan.

Perputaran uang dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp6 hingga Rp8 miliar setiap bulan.

 Angka tersebut menjadi suntikan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.

“Penyerapan tenaga kerja ini menjadi bagian penting dari kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar,” terangnya.

Di sisi lain, JCE tetap menjaga komitmen terhadap kualitas produk.

Untuk memenuhi standar pasar internasional, perusahaan menargetkan komposisi buah merah (red cherry) saat panen minimal 95 persen.

Baca Juga: Musim Kemarau di Bondowoso Tahun Ini Diprediksi Lebih Kering? Warga Diminta Siaga Kekeringan Ekstrem Sejak Dini

Selain itu, proses pengolahan dilakukan secara konsisten menggunakan metode full wash dan sun drying guna menghasilkan cita rasa kopi yang stabil dan sesuai dengan permintaan pasar global.

Dengan target ekspor mencapai 90 persen dari total produksi, JCE optimistis mampu memperkuat posisi kopi Bondowoso di pasar internasional sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara. (faq)

 

 

Editor : Faqih Humaini
#ptpn 1 regional 5 #kopi ijen