DABASAH, Radar Ijen – Kejadian tak biasa kembali ditangani petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bondowoso. Seorang remaja, Dimas Maulana, 14, warga Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, harus dievakuasi setelah jarinya membengkak akibat cincin yang kekecilan.
Peristiwa ini terjadi kemarin (6/5) sekitar pukul 16.50 WIB dan langsung ditangani di Mako Damkar Bondowoso.
Kronologi bermula saat Dimas mengenakan cincin pemberian temannya sehari sebelumnya.
Awalnya tidak ada keluhan berarti. Namun, keesokan harinya, jari korban mulai membengkak sehingga cincin tidak bisa dilepas. Kondisi tersebut membuat korban merasa kesakitan dan panik.
Baca Juga: WADUH! Baru Lima Bulan, Sudah Terdata 57 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Bondowoso
Orang tua korban, yang diketahui bernama Sibad, kemudian membawa Dimas ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, karena keterbatasan alat untuk melepas cincin, pihak puskesmas menyarankan agar korban segera dibawa ke Damkar Bondowoso yang memiliki peralatan khusus untuk evakuasi semacam itu.
Sesampainya di Mako Damkar, petugas langsung melakukan penanganan cepat. Dengan menggunakan alat khusus, cincin yang menjepit jari korban berhasil dievakuasi tanpa menimbulkan luka serius.
Proses evakuasi berlangsung cukup cepat dengan tetap memperhatikan keselamatan korban.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Bondowoso, Vara Tedi, mengatakan bahwa pihaknya selalu siap menangani berbagai laporan kedaruratan, termasuk evakuasi non-kebakaran seperti cincin tersangkut. “Petugas kami langsung merespon laporan dengan cepat dan melakukan evakuasi secara hati-hati agar tidak memperparah kondisi jari korban,” ujarnya.
Vara Tedi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan aksesori, terutama yang berpotensi menyulitkan jika terjadi pembengkakan.
Menurutnya, kejadian serupa cukup sering terjadi dan bisa berisiko jika tidak segera ditangani dengan tepat.
“Jika mengalami kejadian serupa, masyarakat tidak perlu panik. Segera hubungi Damkar agar bisa ditangani dengan alat yang sesuai. Kami siaga 24 jam untuk pelayanan darurat,” tegasnya. Setelah proses evakuasi selesai, petugas kembali bersiaga untuk menerima laporan masyarakat lainnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi