BADEAN, Radar Ijen - Pemeriksaan kualitas beras di gudang Bulog Kembang Bondowoso, Senin (4/5), menjadi gambaran keseriusan Perum Bulog dalam menjaga mutu sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan.
Hingga awal Mei, serapan beras di Bondowoso telah mencapai lebih dari 59.000 ton atau sekitar 91 persen dari target 65.000 ton pada tahun 2026.
Capaian tersebut berdampak langsung pada stabilitas harga gabah di tingkat petani. Harga tetap terjaga dan tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Kondisi ini memberi kepastian bagi petani dalam menjual hasil panennya.
Baca Juga: Piutang PBB Capai Puluhan Miliar, Bapenda Bondowoso Pusing
Pimpinan Cabang Perum Bulog Bondowoso, Eko Yudi Miranto, mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari koordinasi lintas sektor yang dilakukan secara intensif.
Mulai dari Badan Pangan Nasional (Bapangnas), Dinas Pertanian, hingga TNI, Polri, akademisi, dan media turut berperan dalam memantau titik panen di lapangan.
“Semua pihak membantu menginformasikan lokasi panen kepada tim jemput pangan. Jadi pergerakan kami lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya, Senin (4/5).
Ia menjelaskan, tim jemput pangan telah memiliki jaringan di setiap kecamatan. Saat petani memasuki masa panen dan ingin menjual gabah ke Bulog, tim langsung bergerak menyiapkan armada sekaligus pembayaran tunai di lokasi.
Skema ini dinilai sangat membantu petani, terutama dalam memenuhi kebutuhan produksi berikutnya seperti pengolahan lahan, pembelian bibit, hingga pupuk. Dengan pembayaran langsung, petani tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan modal kembali.
Baca Juga: Bupati Bondowoso Tekankan Peran Strategis Partai, Muscab PPP Diminta Perkuat Fungsi Aspirasi
Eko menegaskan, Bulog mendapat arahan untuk menyerap seluruh hasil panen petani selama mereka memilih menjual ke Bulog.
Bahkan jika target serapan telah terpenuhi, penyerapan tetap akan dilakukan.
“Yang penting harga tidak jatuh di bawah HPP. Kami hadir untuk menjaga kesejahteraan petani,” tegasnya.
Saat ini, stok beras di gudang Bulog Bondowoso mencapai sekitar 70.000 ton.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga ketahanan pangan hingga musim panen berikutnya, baik untuk kebutuhan lokal, bantuan pangan, maupun komersial. Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi