TLOGOSARI, Radar Ijen - Puluhan warga bersama pengusaha tebu itu, berkumpul di Kecamatan Tlogosari, Bondowoso kemarin (29/4). Didampingi oleh Forkopimca setempat, mereka tampak serius berdiskusi untuk perbaikan jalan secara swadaya.
Pertemuan tersebut dilaksanakan, pasca sejumlah warga melakukan swadya untuk perbaikan jalan di tiga desa berbeda, mulai dari Sulek, Trotosari dan Gunosari di Kecamatan Tlogosari.
Selain warga sekitar yang melakukan swadaya, mereka ingin pengusaha tebu juga yang biasa melintas di jalan itu ikut berkontribusi.
Kepala Desa Trotosari, Bramono Eko Putra mengatakan, perbaikan jalan selama ini menggunakan anggaran swadaya warga sekitar.
Karena dalam beberapa tahun terakhir, belum tersentuh perhatian Pemkab Bondowoso, padahal jalan tersebut masuk dalam kategori jalan kabupaten.
“Sejak bulan tiga (Maret, red) kemarin sudah diperbaiki, dari Sulek bawah sampai Sulek atas,” katanya.
Panjang kerusakan jalan yang menghubungkan tiga desa tersebut, kurang mencapai tiga kilometer. Kerusakannya sudah terjadi hampir 10 tahun terakhir, serta tidak pernah diperbaiki.
Baca Juga: Pemerintah Mulai Perketat Kesehatan CJH, Antisipasi Resiko Fatal
“Masuk Jalan Kabupaten. Kalau diajukan itu sering, tapi mungkin dari Kabupaten belum ada anggarannya,” imbuhnya.
Setiap musim panen tebu, jalan rusak tersebut selalu dilewati truk tebu. Sehingga membuat kerusakan terus bertambah setiap waktu.
Biasanya warga memperbaikinya dengan cara dirabat atau dicor.
“Makanya dari warga, bersepakat untuk meminta bantuan dari pengusaha tebu untuk perbaikan jalan,” tuturnya.
Dari pertemuan yang digelar di kantor Kecamatan Tlogosari itu, salah satu kesepakatannya adalah setiap pengusaha tebu harus menyumbang Rp 500 ribu, per satu hektar lahan tebu.
Anggaran tersebut akan digunakan sepenuhnya, untuk proses perbaikan jalan di Desa Sulek, Trotosari dan Gunosari.
Perwakilan pengusaha tebu, Mistari mengaku tidak keberatan dengan kesepakatan tersebut.
Karena menurutnya, hal tersebut secara tidak langsung membantu kelancaran pengusaha tebu, dalam mengirim barangnya ke pabrik. Selain itu, akses masyarakat untuk menjadi lebih mudah. “Kalau aksesnya mudah, akhirnya kan semua lebih enak. Demi kelancaran bersama begitu," pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi