Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Transformasi Posyandu Perlu Evaluasi Berkala, Begini Kondisi Posyandu di Kabupaten Bondowoso

Faqih Humaini • Kamis, 30 April 2026 | 19:28 WIB
DIPERIKSA: Seorang ibu di Desa Tegal Ampel saat berkonsultasi kepada petugas posyandu. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
DIPERIKSA: Seorang ibu di Desa Tegal Ampel saat berkonsultasi kepada petugas posyandu. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

 

radar jember - MOMENTUM Hari Posyandu Nasional 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk memperkuat layanan kesehatan dasar melalui transformasi posyandu berbasis enam SPM.

Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin dan menyeluruh.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Mohammad Jasin, menegaskan bahwa pemeriksaan rutin bagi anak menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan kuat.

Baca Juga: Transformasi Posyandu Dimulai dari Sosialisasi, Begini Kata Ketua Pembina Posyandu Bondowoso, Hj. Khodijatul Qodriyah Hamid

“Harapannya anak selalu diperiksakan secara rutin, baik dalam kondisi sakit maupun sehat,” ujarnya.

Menurutnya, masih terdapat tantangan di lapangan terkait kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan berkala.

Banyak orang tua yang datang ke fasilitas kesehatan hanya ketika anak dalam kondisi sakit, padahal pemantauan rutin sangat penting untuk mendeteksi dini gangguan pertumbuhan.

Ia menjelaskan bahwa transformasi posyandu saat ini mengarah pada pelayanan yang lebih komprehensif, tidak hanya fokus pada berat badan dan imunisasi, tetapi juga mencakup aspek perkembangan mental dan sosial anak.

“Dengan posyandu baru ini, kita ingin membantu anak-anak tumbuh menjadi generasi yang kuat,” jelasnya.

Namun demikian, Jasin mengakui bahwa implementasi program ini juga pelu evaluasi berkelanjutan. Terutama dalam hal kesiapan sumber daya manusia, fasilitas pendukung, serta pemahaman kader di tingkat desa.

Baca Juga: Sela-sela Pembatas Jalan di Lumajang Jadi Akses Menyebrang, Warganet Mengeluh Khawatir Menganggu Pengguna Jalan

Evaluasi diperlukan untuk memastikan bahwa enam SPM benar-benar berjalan sesuai standar, bukan hanya sekadar terpenuhi secara administratif.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas kader posyandu agar mampu menjalankan fungsi layanan terpadu.

Ia berharap ke depan, monitoring dan evaluasi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap kualitas layanan.

Dengan demikian, transformasi posyandu tidak berhenti pada perubahan konsep, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#berita bondowoso #hari posyandu nasional #posyandu #Bondowoso