TENGGARANG, Radar Ijen — Jembatan darurat penghubung Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan kembali rusak akibat tingginya debit air pada Minggu (26/4).
Kondisi ini menuai sorotan dari DPRD Bondowoso, yang menilai perencanaan teknis pembangunan jembatan darurat tersebut belum dilakukan secara matang sejak awal.
Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menegaskan bahwa faktor cuaca tidak bisa dijadikan alasan utama atas kerusakan yang terjadi. Menurutnya, pembangunan infrastruktur, termasuk jembatan darurat, seharusnya sudah memperhitungkan berbagai potensi risiko, termasuk kondisi alam yang tidak menentu.
“Kalau memang alasannya karena efek cuaca, jangan hanya mengandalkan prediksi manusia. Harus ada perhitungan matang sejak awal, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam menyediakan jembatan darurat sebagai solusi sementara. Namun, apresiasi tersebut disertai catatan penting agar pengerjaan tidak dilakukan secara tergesa-gesa tanpa kajian teknis yang komprehensif.
“Kesadaran pemerintah untuk sigap itu patut diapresiasi, tapi harus dikaji dengan matang. Jangan sampai kerja dua kali. Ini belum genap sebulan digunakan, sudah rusak lagi,” tegasnya.
Sinung juga menyinggung keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi yang saat ini diberlakukan.
Baca Juga: 1.500 Aset Pemkab Belum Bersertifikat, DPRD Bondowoso Soroti Risiko Hukum
Meski demikian, ia menilai keterbatasan tersebut tidak boleh mengorbankan kualitas konstruksi, terutama untuk infrastruktur yang digunakan masyarakat luas.
“Semua paham kondisi anggaran minim. Tapi kalau tidak ada perincian dan spesifikasi konstruksi yang matang, hasilnya seperti ini. Sejak awal harus dipahami bahwa jembatan ini akan dilewati banyak orang,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar pemerintah daerah melibatkan tenaga ahli dan pihak-pihak kompeten dalam setiap tahapan perencanaan dan pembangunan. Menurutnya, Bondowoso tidak kekurangan sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidang konstruksi.
“Sebelum garap jembatan, libatkan seluruh pihak yang kompeten. Kita tidak kekurangan SDM ahli di bidang itu. Tinggal bagaimana pemerintah mau mengoptimalkannya,” imbuhnya.
Kerusakan jembatan darurat ini kembali menyulitkan akses warga antara Sukowiryo dan Nangkaan.
DPRD berharap ke depan ada evaluasi menyeluruh agar pembangunan infrastruktur darurat tetap memenuhi standar keamanan dan ketahanan, meskipun bersifat sementara. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi