Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jangan Alasan Cuaca dan Prediksi Manusia? DPRD Bondowoso Sorot Tajam Perencanaan Teknis Jembatan Darurat Sentong

Faqih Humaini • Selasa, 28 April 2026 | 11:59 WIB
BERBAHAYA: Pasca diterjang banjir, jembatan darurat di sekitar Jembatan Sentong kini ditutup, setelah sempat dibukan untuk pejalan kaki. (ILHAM WAHYUDI)
BERBAHAYA: Pasca diterjang banjir, jembatan darurat di sekitar Jembatan Sentong kini ditutup, setelah sempat dibukan untuk pejalan kaki. (ILHAM WAHYUDI)

 

TENGGARANG, Radar Ijen — Jembatan darurat penghubung Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan kembali rusak akibat tingginya debit air pada Minggu (26/4).

 Kondisi ini menuai sorotan dari DPRD Bondowoso, yang menilai perencanaan teknis pembangunan jembatan darurat tersebut belum dilakukan secara matang sejak awal.

Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menegaskan bahwa faktor cuaca tidak bisa dijadikan alasan utama atas kerusakan yang terjadi. Menurutnya, pembangunan infrastruktur, termasuk jembatan darurat, seharusnya sudah memperhitungkan berbagai potensi risiko, termasuk kondisi alam yang tidak menentu.

Baca Juga: Jembatan Darurat Sentong Bondowoso Kondisinya Miris! Kayu Penyangga Seakan Mau Roboh Diterjang Derasnya Aliran Sungai, Sekarang Ditutup!

“Kalau memang alasannya karena efek cuaca, jangan hanya mengandalkan prediksi manusia. Harus ada perhitungan matang sejak awal, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam menyediakan jembatan darurat sebagai solusi sementara. Namun, apresiasi tersebut disertai catatan penting agar pengerjaan tidak dilakukan secara tergesa-gesa tanpa kajian teknis yang komprehensif.

“Kesadaran pemerintah untuk sigap itu patut diapresiasi, tapi harus dikaji dengan matang. Jangan sampai kerja dua kali. Ini belum genap sebulan digunakan, sudah rusak lagi,” tegasnya.

Sinung juga menyinggung keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi yang saat ini diberlakukan.

Baca Juga: 1.500 Aset Pemkab Belum Bersertifikat, DPRD Bondowoso Soroti Risiko Hukum

Meski demikian, ia menilai keterbatasan tersebut tidak boleh mengorbankan kualitas konstruksi, terutama untuk infrastruktur yang digunakan masyarakat luas. 

“Semua paham kondisi anggaran minim. Tapi kalau tidak ada perincian dan spesifikasi konstruksi yang matang, hasilnya seperti ini. Sejak awal harus dipahami bahwa jembatan ini akan dilewati banyak orang,” katanya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar pemerintah daerah melibatkan tenaga ahli dan pihak-pihak kompeten dalam setiap tahapan perencanaan dan pembangunan. Menurutnya, Bondowoso tidak kekurangan sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidang konstruksi.

“Sebelum garap jembatan, libatkan seluruh pihak yang kompeten. Kita tidak kekurangan SDM ahli di bidang itu. Tinggal bagaimana pemerintah mau mengoptimalkannya,” imbuhnya.

Kerusakan jembatan darurat ini kembali menyulitkan akses warga antara Sukowiryo dan Nangkaan.

DPRD berharap ke depan ada evaluasi menyeluruh agar pembangunan infrastruktur darurat tetap memenuhi standar keamanan dan ketahanan, meskipun bersifat sementara. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jembatan #DPRD Bondowoso #Bondowoso